My Home


Lihat My Home di peta yang lebih besar

14 Penyebab Mengapa Kita Tidak Pernah Maju

Apa saja penyebab sebuah organisasi, kantor, atawo kita sendiri tidak pernah maju-maju? Diantara penyebabnya adalah: prasangka buruk, terlambat, membolos, mengeluh, menunda pekerjaan, mudah murung, sombong, pesimis, teledor, minder, berbohong, malas, cuek, dan boros. Penjelasan dari masing-masing adalah sebagai berikut:
1. Berprasangka buruk (negatif thinking)
Apa pun itu yang namanya berprasangka buruk tidak baik, bahkan cenderung ke arah dosa, sebagaimana terjemahan kata Alloh dalam surat Al Hujurat (49) ayat 12 :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka (shu’udhon), karena sebagian dari prasangka (buruk) itu adalah dosa…“
Dalam ayat ini, jelas Alloh melarang adanya prasangka buruk kepada sesama/orang lain. Inti dari prasangka buruk pastilah ingin mencari-cari kesalahan orang lain, bahkan cenderung untuk menjatuhkan harga diri orang lain. Sumangkin sering kita berprasangka buruk, maka hati ini akan sumangkin keras yang menyebabkan kita tidak lagi ngeh (welcome) kepada yang dishu’udhoni.
Sumangkin kita sering berprasangka buruk, maka bukan kemajuan yang kita dapatkan, namun justru kemunduran dalam kinerja. Betul? :roll:
2. Terlambat masuk kerja
Terlambat masuk kerja termasuk korupsi, iaitu korupsi waktu. Sumangkin sering kita terlambat masuk kerja, maka waktu untuk bekerja sumangkin berkurang, pelayanan yang kita berikan juga akan sumangkin berkurang.
3. Perilaku Membolos
Membolos kerja atawa mangkir kerja jelas menghambat kemajuan karya kita. Pekerjaan yang seharusnya dapat diselesmaikan hari ini, akan menjadi terhambat dikarenakan kita membolos.
4. Suka mengeluh
Perilaku suka mengeluh ini sebenarnya adalah perilaku syaithon yang dirojam.Dikit-dikit mengeluh, panas dikit mengeluh, berat dikit mengeluh, pusing dikit mengeluh, sakit dikit mengeluh, lalu kapan bersyukurnya? Jadi jelas perilaku suka mengeluh ini berkebalikan dengan orang yang selalu bersyukur.Orang yang pandai bersyukur pastilah memiliki qona’ah (menerima apa yang ada, bukan mengeluh dengan yang ada). Orang yang pandai bersyukur akan menjadikan kinerja menjadi sumangat.
5. Suka menunda pekerjaan
Suka menunda pekerjaan juga termasuk perilaku syaithon. Pekerjaan yang seharusnya hari ini dapat diselesmaikan, akan ditunda besok. Giliran besoknya tiba, mingsih akan mengatakan besok dan besok terus. Kalawo sudah bejinih, kapan mau maju? :roll:
6. Mudah murung
Orang yang mudah murung tentu tidak disukai teman kerja. Pemurung itu temannya syaithon.Pemurung juga tidak akan sumangat dalam kinerjanya, kecuwali hanyalah murung dan murung. Pemurung cenderung sensitif, mudah terluka hatinya dan cenderung menang sendiri, cenderung sombong.
7. Perilaku sombong
Perilaku sombong juga termasuk perilakunya syaithon. Salah satu ciri orang yang sombong nekjika dilihat dari fisiknya adalah:
Dia sering memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya ketika berdiri. Ini bahasa tubuh yang tidak dapat disembunyikan. Orang yang sombong akan menganggap orang lain itu kecil, kerdil, bodoh, dan dialah yang paling dan paling.Nekjika ada diantara rekan kerja anda sombong, dia tidak akan percaya kepada teman, dan hampir setiyap waktu tidak akan mempercayai Anda. Sumangkin sering dia tidak percaya, maka pekerjaannya tidak akan pernah maju, demikiman pula hasil kinerjanya juga tidak akan bagus, kecuwali hanyalah ingin dipuji. Nekjika dipuji dia sumangat, nekjika dicaci dikit dia murung. :D
8. Pesimis
Pesimis, perilaku penakut dan kurang memiliki harapan ke depan akan hasil kinerjanya. Orang yang pesimis pastilah cenderung ragu-ragu dalam bertindak. Takut inilah, takut itulah, bahkan takut melangkah. :lol:
9. Teledor
Teledor atawa kurang teliti dalam bekerja dapat membahayakan kinerja organisasi, kinerja kita, kinerja bisnis yang sedang dijalankan. Orang yang tidak teliti dalam bekerja pastilah hasilnya tidak bagus.
10. Minder
Minder atawa tidak PD, tidak percaya diri mirip orang yang pesimis, iaitu penakut. Orang yang minder, cenderung malu memperlihatkan hasil kinerjanya, bahkan malu dan takut nekjika atasan/orang lain menilainya.
11. Perilaku Berbohong
Perilaku berbohong juga termasuk perilaku syaithon. Orang yang suka berbohong cenderung mengakali, cenderung untuk lari dari masalah, bahkan lari dari kenyataan yang seharusnya terjadi. Perilaku berbohong juga menyebabkan kita dapat masuk penjara.
12. Pemalas
MALAS ITU PENYAKIT. Malas itu juga perilaku syaithon. Pemalas cenderung pasif, cenderung menghentikan ide otak dan tangannya. Sukanya berpangku tangan, sukanya hanya menilai. Giliran dinilai dia nggak punya hasil kerja. Di belahan aspek mana pun, pemalas pastilah tidak akan menjadikan organisasi menjadi berkembang.
13. Perilaku Cuek
Orang yang cuek, pastilah punya sifat sombong. Dia enggan mau tahu terhadap keadaan di sekelilingnya. Ketika dinilai bagus, dia tidak mau tahu, bahkan dinilai jelek sekali pun juga also :D
14. Perilaku Boros
Perilaku boros itu saudaranya syaithon. Dia cenderung untuk mengikuti hawa nafsunya. Bejitu nafsunya terpenuhi, justru nafsu untuk borosnya tambah, dan cenderung tidak mau bersyukur. Jarang beramal. Nekjika dikurangin sedikit penghasilannya, dia cepat murung, cepat berprasangka buruk, bahkan cepat menyalahkan orang lain.
n.b.
a. Ini hanyalah sekedar opini, pendapat saya. Anda boleh beda pendapat, karena pendapatan kita jelas berbeda. :roll:
b. Bijimana dengan pendapat Anda, masihkah ada yang lain? :roll: 

sumber: http://www.anekahot.com/28/02/2012/14-penyebab-mengapa-kita-tidak-pernah-maju#more-503

BILA DIRI SEMPIT HATI KH. Abdullah Gymnastiar

Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kepada kita hati yg lapang yang jernih krn ternyata berat sekali menghadapi hidup dgn hati yang sempit.
Hati yg lapang dapat diibaratkan sebuah lapangan yg luas membentang walaupun ada anjing ada ular ada kalajengking dan ada aneka binatang buas lain pastilah lapangan akan tetap luas. Aneka binatang buas yg ada malah makin nampak kecil dibandingkan dgn luas lapangan. Sebaliknya hati yg sempit dapat diibaratkan ketika kita berada di sebuah kamar mandi yang sempit baru berdua dgn tikus saja pasti jadi masalah. Belum lagi jika dimasukkan anjing singa atau harimau yg sedang lapar pastilah akan lebih bermasalah lagi.
Entah mengapa kita sering terjebak dalam pikiran yg membuat hari-hari kita menjadi hari-hari yg tak nyaman yg membuat pikiran kita menjadi keruh penuh rencana-rencana buruk. Waktu demi waktu yg dilalui sering kali diwarnai kondisi hati yg mendidih bergolak penuh ketidaksukaan terkadang kebencian bahkan lagi dendam kesumat. Capek rasanya. Menjelang tidur otak berpikir keras menyusun rencana bagaimana memuntahkan kebencian dan kedendaman yg ada di lubuk hati agar habis tandas terpuaskan kepada yang dibencinya. Hari-hari adl hari uring-uringan makan tak enak tidur tak nyenyak dikarenakan seluruh konsentrasi dan energi difokuskan untuk memuaskan rasa benci ini.
Ah sahabat. Sungguh alangkah menderita orang-orang yg disiksa oleh kesempitan hati. Dia akan mudah sekali tersinggung dan kalau sudah tersinggung seakan-akan tak termaafkan kecuali sudah terpuaskan dengan melihat orang yg menyinggung menderita sengsara atau tak berdaya.
Seringkali kita dengar orang-orang yg dililit derita akibat rasa bencinya. Padahal ternyata yg dicontohkan para rosul para nabi para ulama yg ikhlas orang-orang yg berjiwa besar bukanlah mencontohkan mendendam membenci atau busuk hati. Yang dicontohkan mereka justru pribadi-pribadi yg berdiri kokoh bagai tembok tegar sama sekali tidak terpancing oleh caci maki cemooh benci dendam dan perilaku-perilaku rendah lainnya. Sungguh pribadi bagai pohon yg akar menghunjam ke dalam tanah begitu kokoh dan kuat hingga diterpa badai dan diterjang topan sekalipun tetap mantap tak bergeming.
Tapi orang-orang yg lemah hanya dgn perkara-perkara remeh sekalipun sudah panik amarah membara dan dendam kesumat. Walaupun non muslim kita bisa mengambil pelajaran dari Abraham Lincoln . Dia bila memilih pejabat tak pernah memusingkan kalau pejabat yang dipilih itu suka atau tak pada diri yg dia pikirkan adl apakah pejabat itu bisa melaksanakan tugas dgn baik atau tidak. Beberapa orang kawan dan lawan politik tentu saja memanfaatkan moment ini untuk menghina mencela dan bahkan menjatuhkan tapi ia terus tak bergeming bahkan berkata dgn arif
“Kita ini adl anak-anak dari keadaan walau kita berbuat kebaikan bagaimanapun juga tetap saja akan ada orang yg mencela dan menghina. Karena pencelaan penghinaan bukan selama krn kita ini tercela atau terhina. Pastilah dalam kehidupan ini ada saja manusia yg suka menghina dan mencela”.
Jadi ia tak pusing dgn hinaan dan celaan orang lain. Nabi Muhammad SAW manusia yg sempurna tetap saja pernah dihina dicela dan dilecehkan. Bagaimana mungkin model kita ini tak ada yg menghina ? Padahal kita ini hina betulan.
Ingatlah bahwa hidup kita di dunia ini hanya satu kali sebentar dan belum tentu panjang umur amat rugi jikalau kita tak bisa menjaga suasana hati ini. Camkanlah bahwa kekayaan yg paling mahal dalam mengarungi kehidupan ini adl suasana hati kita ini. Walaupun rumah kita sempit tapi kalau hati kita ‘plooong’ lapang akan terasa luas. Walaupun tubuh kita sakit tapi kalau hati kita ceria sehat akan terasa enak. Walaupun badan kita lemes tapi kalau hati kita tegar akan terasa mantap. Walaupun mobil kita merek murahan motor kita model sederhana tapi kalau hati kita indah akan tetap terhormat. Walaupun kulit kita kehitam-hitaman tapi kalau batinnya jelita akan tetap mulia. Sebalik apa arti rumah yg lapang kalau hati sempit?! Apa arti Fried Chicken Burger Hoka-hoka Bento dan segala makanan enak lain kalau hati sedang membara ?! Apa artinya raungan ber-AC kalau hati mendidih ?! Apa arti mobil BMW kalau hatinya bangsat ?!
Lalu bagaimana cara kita mengatasi perasaan-perasaan seperti ini ? Yang pertama harus kita kondisikan dalam hati ini adl kita harus sangat siap untuk terkecewakan krn hidup ini tak akan selama sesuai dengan keinginan kita. Arti kita harus siap oleh situasi dan kondisi apapun tak boleh kita hanya siap dgn situasi yg enak saja. Kita harus sangat siap dgn situasi dan kondisi sesulit sepahit dan setak enak apapun. Seperti pepatah mengatakan ’sedia payung sebelum hujan’. Artinya hujan atau tak hujan kita siap.
Hal kedua yg harus kita lakukan kalau toh ada orang yg mengecewakan kita adl dgn jangan terlalu ambil pusing sebab kita akan jadi rugi oleh pikiran kita sendiri. Sudah lupakan saja. Yang membagikan rizki adalah ALLAH yg mengangkat derajat adl ALLAH yg menghinakan juga ALLAH. Apa perlu kita pusing dgn omongan orang sampai ‘doer’ itu bibir menghina kita sungguh tak akan kurang permberian ALLAH kepada kita. Mati-matian ia menghina yakinlah kita tak akan hina dengan penghinaan orang. Kita itu hina krn kelakuan hina kita sendiri.
Nabi SAW dihina tapi toh tetap cemerlang bagai intan mutiara. Sedangkan yang menghina Abu Jahal sengsara. Salman Rushdie ngumpet tak bisa kemana-mana Permadi Arswendo Atmowiloto masuk penjara. Siapa yg menabur angin akan menuai badai. Dikisahkan ketika Nabi Isa as dihina ia tetap senyum tenang dan mantap tak sedikitpun ia menjawab atau membalas dengan kata-kata kotor mengiris tajam seperti yg diucapkan si penghinanya. Ketika dita oleh sahabat-sahabat “Ya Rabi kenapa engkau tak menjawab dgn kata-kata yg sama ketika engkau dihina malah Baginda menjawab dgn kebaikan ?” Nabi Isa as menjawab : “Karena tiap orang akan menafkahkan apa yg dimilikinya. Kalau kita memiliki keburukan maka yg kita nafkahkan adl keburukan kalau yang kita miliki kemuliaan maka yg kita nafkahkan juga kata-kata yg mulia.”
Sungguh seseorang itu akan menafkahkan apa-apa yg dimilikinya. Ketika Ahnaf bin Qais dimaki-maki seseorang menjelang masuk ke kampung “Hai kamu bodoh gila kurang ajar!” Ahnaf bin Qais malah menjawab “Sudah ? Masih ada yg lain yg akan disampaikan ? Sebentar lagi saya masuk ke kampung Saya kalau nanti di dengar oleh orang-orang sekampung mungkin nanti mereka akan dan mengeroyokmu. Ayo kalau masih ada yang disampaikan sampaikanlah sekarang !”.
Dikisahkan pula di zaman sahabat ada seseorang yg marah-marah kepada seorang sahabat nabi “Silahkan kalau kamu ngomong lima patah kata saya akan jawab dgn 10 patah kata. Kamu ngomong satu kalimat saya akan ngomong sepuluh kalimat”. Lalu dijawab dgn mantap oleh sahabat ini “Kalau engkau ngomong sepuluh kata saya tak akan ngomong satu patah kata pun”.
Oleh krn itu jangan ambil pusing janga dipikirin. Dale Carnegie dalam sebuah buku mengisahkan tentang seekor beruang kutup yg ganas sekali selalu main pukul ada pohon kecil dicerabut tumbang dan dihancurkan. Di tengah amukan tiba-tiba ada ada seekor binatang kecil yg lewat di depannya. Aneh tak ia hantam sehingga mungkin terlintas dalam benak si beruang ini “Ah apa perlu menghantam yg kecil-kecil yg tak sebanding yang tak merugikan kepentingan kita”.
Percayalah makin mudah kita tersinggung apalagi hanya dgn hal-hal yang sepele akan makin sengsara hidup ini. Padahal mau apa hidup pakai sengsara krn justru kita harus menjadikan orang-orang yg menyakiti kita sebagai ladang amal krn kalau tak ada yg menghina menganiaya atau menyakiti kapan kita bisa memaafkan ?
Nah sahabat. Justru krn ada lawan ada yg menghina ada yg menyakiti kita bisa memaafkan. Kalau dia masih muda anggap saja mungkin dia belum tahu bagaimana bersikap kepada yg tua daripada sebel kepadanya. Kalau dia masih kanak-kanak pahami bahwa tata nilai kita dgn dia berbeda mana mungkin kita tersinggung oleh anak kecil. Kalau ada orang tua yg memarahi kita jangan tersinggung mungkin dia khilaf krn terlalu tuanyua. Yang pasti makin kita pemaaf makin kita berhati lapang makin bisa memahami orang lain maka akan makin aman dan tenteramlah hidup kita ini subhanallah.
sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym

CIRI-CIRI MANUSIA DEWASA

Ciri-ciri manusia dewasa :
1. Diam Aktif
Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari.
Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari.,ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari, ketika menonton televisi misalnya ; komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan.

2. Empati (memahami perasaan)
Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti berkuasa, bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime? tetapi pembantu lembur tidak ada overtime? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak bijaksana. 

3. Hati-hati 
Orang yang dewasa, cirinya hati-hati, dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik, tiap tutur kata, dia tidak mau jika harus menanggung karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan.Orang yang bersikap atau memiliki kepribadian dewasa dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil keputusan, mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.

4. Sabar
Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil contoh, didalam rumah seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangis sehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena ternyata ibunya menangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang, mantap dan stabil.

5. Tanggung jawab
seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab. Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagai contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia , yang menjadi masalah mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan akherat.

6. Motivator
Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang disekitar kita, tidak hanya sekedar bisa menilai dan menyalahkan. kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, istri dan anak-anak kita maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak? Jangan sampai kita sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan seret., sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan., kedewasaan seseorang itu, dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah ?

Sedangkan ciri ciri manusia tidak dewasa adalah sebagi berikut :

1. Sensual
Anak-anak mengalami proses merasakan, bertindak dan berpikir. Sedangkan, pria dewasa berpikir, bertindak dan akhirnya merasakan. Tetapi saat ini, kebanyakan pria dewasa mirip seperti seorang anak kecil, mereka lebih suka bertindak dahulu baru berpikir, kemudian merasakan penyesalan atas tindakannya itu.

2. Egois
Pria yang tidak sadar akan keegoisannya adalah pria yang belum dewasa. Seorang pria yang belum dewasa sering kali tidak sadar akan keegoisannya, mari kita lihat contoh berikut: suatu keluarga, ayah, ibu dan seorang anak sedang makan pagi bersama. Di meja makan telah tersedia roti panggang, susu dan yang lainnya. Ketika sang anak hendak mengambil roti panggang, tangannya menyenggol gelas yang berisi susu hingga jatuh. Seketika itu juga ayahnya memandang dia dengan mimik muka yang marah sambil berkata: “kurang ajar! Susu aja tumpah, kamu gimana sih ngambilnya!” Sang anak tidak menjawab. Selesai makan, dia langsung masuk kamar dan menagis. Keesokan harinya, diwaktu yang sama, keluarga ini di meja makan lagi. Saat sang ayah hendak mengambil roti panggang, tangannya menyenggol susu hingga jatuh, sang ayah memandang marah kepada sang ibu dan berkata: “mama! Kenapa taruh susu disini!”

3. Tidak Konsisten
Tuhan dan wanita, menginginkan agar pria memiliki konsistensi, ketegasan dan kekuatan. Kesetiaan adalah batu penjuru dari karakter. Sering kali pria hanya mengutamakan dan menonjolkan kemampuan dan kharisma, tetapi tidak menekankan kesetiaan. Hanya kesetiaan yang dapat membuat pria terus berkembang dalam hidupnya. Kharisma bisa membawa Anda ke atas, tetapi hanya karakter yang dapat mempertahankannya.

4. Tidak Tepat Janji
Perkataan seorang pria adalah ukuran dari karakternya. Perkataan Anda membuktikan kepriaan Anda, kepriaan Anda membuktikan perkataan Anda.

5. Tidak Bertanggung Jawab
Hakikat utama menjadi seorang ayah adalah mengajar anak-anaknya bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Tanggung jawab seorang ayah bukanlah membuat keputusan bagi anaknya, melainkan membiarkan anaknya melihat bagaimana sang ayah membuat keputusan. Tanggung jawab terhadap kesuksesan tergantung pada kemauan untuk bertangung jawab terhadap kegagalan.

6. Suka Bersembunyi
Krisis tidak akan membentuk karkater seorang pria, krisis hanya akan mengungkapkan siapa dia sesungguhnya. Orang sukses melihat krisis sebagai kesempatan untuk berubah: dari yang kurang kepada yang lebih, dari yang kecil kepada yang lebih besar.

7. Hanya Berespon Terhadap Pemaksaan.
Pria yang belum dewasa adalah pria yang hanya berespon apabila dipaksa atau ditekan. Tuhan tidak menciptakan manusia untuk menjadi diktator, melainkan pemimpin.

Apabila ketujuh ciri ini masih melekat pada Anda berarti anda belum tepat dikatakan dewasa. Menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran, menjadi pria sejati adalah masalah pilihan.

TUGAS TIK-KKPI

Tugas selama belajar dirumah silahkan kerjakan latihan excel dengan ketentuan:
1. Simpan Softcopy di Flashdisk dan diperlihatkan pada saat masuk kembali ke sekolah.
2. Kirim softcopy tersebut ke email herunirwantya@yahoo.co.id
3. Paling lambat tanggal 25 April 2012 softcopy sudah masuk di inbox email.

Materi tugas silahkan di download DISINI

Menata Hati

Oleh Syaripudin Zuhri

Dalam pergaulan, seringkali manusia menemukan orang-orang yang kadang kadang kasar dan tak segan-segan mempermalukan orang lain di depan umum, dengan caci maki atau penghinaan, yang anehnya, orang kasar seperti itu bukan hanya di temukan pada orang yang, maaf, kurang pendidikan atau “tak makan bangku sekolahan”, Kata-kata kasar, memaki atau menghina orang lain di depan umum, ternyata juga dimiliki oleh orang-orang yang mempunyai pendidikan tinggi alias sudah “makan bangku sekolahan atau makan bangku kuliahan”, bahkan kadang-kadang punya gelar akademis yang berjejer, di depan atau di belakang namanya.
Aneh memang, orang yang punya pendidikan tinggi, kok kata-katanya kasar dan tak segan menghina orang lain di depan umum, lalu akhlaknya dikemanakan? Kalau orang yang tak punya pendidikan, mungkin kita bisa maklum, tapi itulah manusia. Mungkin saja, menghina atau kata-kata kasar sudah bawaan, "dari sananya”, hingga sering kali atau dengan mudahnya kata kasar keluar dari mulutnya, bahkan sering kali juga keluar kata-kata binatang dalam sumpah serapahnya ! Mari kita berlindung kepada Allah SWT dari perbuatan yang demikian. Yang repotnya lagi kalau cacai maki itu di internet, di blog, ini akan di baca orang seluruh dunia dan selama tak di delete, kata itu akan terus tercatat, akan tetap ada, itu berarti energy buruk telah di alirkan ke para pembaca dan kalau yang baca ikut-ikutan mencaci maki orang juga lewat blog tadi, maka akan terjadi mata rantai dosa yang terus menerus menimpa orang yang pertama kali! Apa tak orang tersebut tak menyadarinya? Atau memang itu salah satu cara melepaskan uneg-unegnya yang tak berkesudahan. Astagfirullah.
Orang yang demikian itu mungkin lupa, belum mengetahui atau pura-pura tidak mengetahui agar berkata lemah lembut dalam kegiatan apapun, bukankah Nabi mengajarkan kelembutan, rendah hati, ramah dan berbagai tingkah laku sopan lainnya? Kalau kita berlaku kasar, ketika kita mengajak orang pada kebaikan, sepertinya mustahil mereka akan mengikuti apa yang akan kita katakan, iyakan? Loh gimana mau ikut, kalau yang mengajak sudah penuh kekasaran?
Namun demikian, kalau kita yang mendapat hinaan, cacian atau sumpah serapah lainnya, kalau mau membalas, iya silahkan saja, namun memaafkan itu lebih baik. Kalau soal dihina, sepertinya kita belum apa-apa, dibandingkan dengan para pembawa risalah ketuhanan, Mereka bukan hanya di sumpah serapah dengan kata-kata kasar, bahkan di “cap” gila, mana ada hinaan, caci maki yang lebih kasar dari “cap” gila?
Nah, saat menghadapi hinaan, caci maki atau apapun namanya yang bernada kasar, maka diperlukan sikap yang bijak, jangan di lawan. Di lawan, sama “gila”nya. Pada saat itu memang diperlukan penataan hati yang sebaik-baiknya, agar tak mudah marah atau mudah tersinggung, buat apa tersinggung? Toh hinaan atau caci maki tidak menyebabkan kematian, tidak menyebabkan orang sedang dihina menjadi hina atau tercela, yang terjadi sebaliknya, yaitu justru yang yang sering menghina orang lain dengan kata-katanya yang amat kasar, apa lagi di depan umum atau di hadapan orang banyak, kualitas orang itu sudah sangat-sangat jelas, sangat rendah, sangat hina. Jadi, mengapa takut dihina? Mengapa tersinggung bila dihina? Mengapa sakit hati bila dihina?
Begitu juga , ketika mungkin saja, orang-orang yang dicintai, dikasihi atau disayangi tiba-tiba meninggalkanmu, pada saat itu di perlukan penataan hati, agar yang terjadi tidak putus asa, tidak membawa kepada hal-hal yang tak di inginkan. Karena sering kali kita temukan, orang dengan mudah saja, menghabisinya hidupnya, hanya disebabkan “patah hati” atau “hatinya patah” hatinya luka, berdarah-darah, yang katanya sakitnya bukan main. Pada saat itu benar-benar harus ditata hatinya, dikembalikan pada Sang Pemilik Hati yang sesungguhnya, yaitu Allah SWT.
Sakit hati karena hinaan atau cacai maki, normal saja, karena manusia memang punya perasaan dan perasaan itu berhubungan dengan hati. Namun agar hati tidak sakit karena hinaan atau sumpah serapah orang lain, ada metode yang menarik yang bisa digunakan, salah satunya adalah: ketika kau dimarahi oleh orang lain, entah itu atasanmu atau bosmu dalam bekerja, atau temanmu yang tiba-tiba saja marah dan “menyemprot”mu dengan kata-kata kasar atau siapa saja yang marah padamu dengan mengeluarkan kata-kata kasar, senyumlah pada saat itu, perhatikan orang yang sedang marah itu, jadikan “tontonan” yang menarik, niscaya kau akan menemukan “sesuatu” yang memang menarik.
Loh gimana sih, orang marah kok menarik? Ya, menarik untuk menjadi “tontonan”mu secara gratis dan kaupun tak menjadi sakit hati karenanya, kaupun tak tersinggung karena marahnya, kau mungkin bisa, malah menjadi senang karena marahnya? Loh kok bisa? Coba saja deh, bila suatu saat kau dimarahi orang, siapapun orangnya, hadapi dengan tenang, nikmati marahnya dan tersenyumlah. Niscaya ada ‘sesuatu” di hatimu pada saat itu, bukan hatimu sakit, malah bahagia, apa lagi bila mengetahui bahwa saat kita di hina, dimarahi, di sakiti oleh orang lain, padahal kita tak menyakiti mereka, maka sudah suatu keuntungan yang luar biasa, tanpa usaha apa-apa, pahala kita bertambah dari orang yang menyakiti kita, menghina kita dan dosa-dosa kita berkurang, karena sudah diambil oleh orang yang sedang menghina atau memarahi kita, enak kan? Membahagiakan bukan?
Ada memang atau bahkan banyak, dimana orang ketika dimarahi atau dihina, menimbulkan dendam, apa lagi yang menghina atau yang memarahi adalah orang yang lebih atas darinya, baik usianya, kedudukannya, pekerjaannya, jabatannya dan lainnya sebagainya, dimana dia tak dapat membalasnya, bahkan tertunduk diam, malu, gemeteran, keluar keringat dingin dan lainsebagainya, pokoknya runyam. Nah bagaimana bila terjadi demikian? Lagi-lagi perlu penataan hati, perlu ketenangan hati, perlu ketajaman mata hati. Yang jelas, jangan patah hati, jangan sakit hati. Katakanlah: Dimarahi bukan akhir perjalanan hidup, di hina, tidak menyebabkan kematian, dihina, tidak menghancurkan kehidupan. Lalu mengapa menjadi sakit hati karenanya? Lalu mengapa perlu dendam? Buat apa dendam, bukankah dendam hanya menambah penyakit dalam hati?
Mengapa perlu ketajaman mata hati? Hati yang matanya tajam, tak akan mudah tersinggung dengan berbagai hinaan, caci maki, celaan atau “cap” apapun yang bernada buruk. Hati yang tajam adalah hati yang penuh dengan keikhlasan, hati yang penuh dengan nada-nada kasih sayang dan kelembutan pada apa dan siapapun, termasuk pada orang-orang yang menghinanya, mencaci makinya, yang mencelanya. Orang yang penuh keikhlasan dalam hatinya, akan mendoakan orang yang menghinanya agar mendapat taufik dan hidayahNya, agar orang yang tadinya penuh dengan kata-kata kasar, akan berubah 180 derajat menjadi sangat lembut dan sangat santun. Ah, alangkah indahnya bila hidup ini dipenuhi oleh orang yang hatinya lapang, hatinya ikhlas, hatinya lembut, hatinya penuh kedamaian, hatinya penuh maaf, hatinya penuh doa untuk orang lain.
Nah, orang yang sudah punya ketajaman mata hati, tak mudah tersinggung dengan kata-kata kasar orang lain, tak mudah marah ketika orang menyidir dirinya, tak mudah sakit hati ketika orang lain menghinanya, tak mudah dendam ketika dikhianati orang lain, tak mudah marah-marah bila menemukan sesuatu yang tak berkenan di hatinya, tak mudah menyalahkan orang lain ketika sesuatu menimpa dirinya, tak mudah mencari “kambing hitam” atas kesalahnnya sendiri, tak mudah sakit hati bila di tinggal pergi orang yang dicintai, tak menyerah bila sesuatu yang dicita-citakan tak tercapai, tak mudah mengrung diri bila dijauhi, tak mudah melarikan diri bila ujian datang menghampiri, tak mudah putus asa bila harapan tak sesui dengan kenyataan dan seterus. Yang ada di hati dan lisannya adalah tetap pujian untukNya, alhamdulillah, alhamdulillah dan alhamdulillah.

HATI-HATI TERHADAP PERBUATAN ZALIM

Kezaliman terbagi dua, yaitu menzalimi diri sendiri, dan menzalimi orang lain. Menzalimi diri sendiri ada dua bentuk yaitu syirik dan perbuatan dosa atau maksiat. Menzalimi orang lain adalah menyakiti perasaan orang lain/ aniaya, mensia-siakan atau tidak menunaikan hak orang lain yang wajib ditunaikan.  Zalim  secara istilah mengandung pengertian “berbuat aniaya/celaka terhadap diri sendiri atau orang lain dengan cara-cara bathil yang keluar dari jalur syariat Agama Islam”.
Diantara perbuatan-perbuatan zalim yang  mengotori hati yaitu, sombong, dengki (tidak suka terhadap kebahagian orang lain), ghibah (membicarakan keburukan orang lain), fitnah (menuduh tanpa bukti yang kuat), adu domba (bermuka dua), dusta (bohong), ujub (bangga diri dengan merendahkan orang lain), dan lain sebagainya.  Dalam pergaulan dan interaksi kita dengan orang lain, sebaiknya benar-benar menjaga perkataan dan sikap kita agar tidak menyinggung dan menyakiti persaan orang lain, apalagi sampai berbuat zalim. Kalau kita tidak sengaja melakukan kesalahan kepada orang lain saja, kita harus segera minta maaf, terlebih lagi bila kita dengan sengaja melakukannya.
Allah SWT telah mengingatkan dalam Al Qur’an bahwa setiap perbuatan yang kita lakukan akan mendapat balasan dari-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al Zaljalah : 7-8  “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar  dzarahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya juga“.
Yang lebih berbahaya lagi, apabila kita menyakiti seseorang dan orang tersebut tidak ikhlas, serta berdoa memohon kepada Allah, mengadukan kezaliman yang menimpanya dan memohon pertolongan dan perlindungan dari Allah. Serta dalam doanya, ia menyatakan bahwa ia tidak ikhlas atas perbuatan zalim yang dilakukan seseorang, maka tunggu saja, keadilan dari Allah, pasti akan mendatangi orang yang telah menzaliminya, entah itu didunia ini atau diakhirat kelak. (lihat hadits No. 4 di bawah, tentang perbuatan zalim yang tidak dibiarkan oleh Allah SWT, yaitu kezaliman yang dilakukan seorang terhadap orang lain).
Allah SWT tidak suka terhadap perbuatan zalim, perhatikan firman-Nya berikut ini : “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna pahala amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS Ali Imran [3] : 57).
Dan perhatikan juga firman-Nya yang lain: “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS. Asy Syuura [42] ; 40)
Berikut beberapa ayat-ayat Al Quran tentang larangan dan akibat dari perbuatan zalim
  1.  “Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) . Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,” (QS. Al A’raaf  [7]: 41)
  2.  “Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul.” Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim” (QS : Al A’raaf [7 ] : 44)
  3. “Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah Kami membinasakan kota-kota; kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman.” (QS Al Qashash  [28]:59)
  4. Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman…….” (QS. Yunus [10]:13)
  5. “Maka itulah rumah-rumah mereka dalam keadaan runtuh disebabkan kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu pelajaran bagi kaum yang mengetahui.” (QS. An Naml [27]:52)
  6. 6.      Zalim merupakan perbuatan yang di larang oleh Allah SWT dan termasuk dari salah satu dosa-dosa besar. Manusia yang berbuat zalim akan mendapatkan balasan di dunia dan siksa yang pedih di akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Qur’an Surah Asy-Syura : 42   “Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih“.
  7. Allah SWT melarang perbuatan zalim, sebagaimana tertulis dalam firman-Nya di Surah Ibrahim ayat 42-45 :  “Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.” (Kepada mereka dikatakan): “Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa? dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan.”.
Berikut beberapa hadits Rasulullah SAW tentang larangan berbuat zalim :
  1. Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra dari Nabi SAW bersabda meriwayatkan firman Allah ‘azza wa jalla, berfirman, “Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku mengharamkannya pula atas kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi. Wahai hamba-hambaKu, kalian semua tersesat, kecuali orang yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah itu kepada-Ku, niscaya kuberikan hidayah itu kepadamu. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian lapar, kecuali orang-orang yang aku beri makan, maka mintalah makan kepada-Ku, niscaya Aku berikan makanan itu kepadamu. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian adalah orang-orang tidak berpakaian, kecuali orang-orang yang telah Kuberi pakaian, maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya Aku berikan pakaian itu kepadamu. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian senantiasa berbuat dosa di malam dan siang hari sedangkan Aku akan mengampuni semua dosa, maka mintalah ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni kalian semua. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian tidak dapat mendatangkan kemanfaatan bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian bermanfaat bagi-Ku. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian semua tidak akan dapat mendatangkan bahaya bagi-Ku sehingga tidak sedikit pun kalian dapat membahayakan-Ku. Wahai hamba-hambaKu, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun jin, semuanya bertakwa dengan ketakwaan orang yang paling takwa di antara kalian, hal itu tidak menambah sedikit pun dalam Kerajaan-Ku. Wahai hamba-hambaKu, andaikan kalian semua dari yang awal sampai yang terakhir, baik dari bangsa manusia maupun bangsa jin, berdiri di atas satu dataran lalu meminta apa pun kepada-Ku, lalu aku penuhi semua permintaan mereka, hal itu sedikit pun tidak mengurangi kekayaan yang Aku miliki, hanya seperti berkurangnya air samudra ketika dimasuki sebatang jarum jahit (kemudian diangkat). Wahai hamba-hambaKu, semua itu perbuatan kalian yang Aku hitungkan untuk kalian, kemudian Aku membalasnya kepada kalian. Maka barang siapa mendapatkan kebaikan, hendaklah ia memuji Allah, dan barang siapa mendapatkan selain itu, hendaklah ia tidak mencela kecuali dirinya sendirinya.” (HR. Muslim)
  2. Dari Anas r.a berkata: Rasulullah SAW bersabda : “Hendaklah kamu menolong saudaramu yang menganiaya dan yang teraniaya“, sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, (benar) aku akan  menolong apabila ia dianiaya, maka bagaimana cara menolongnya apabila  ia menganiaya?” . Beliau menjawab: “Engkau cegah dia dari (perbuatan)  penganiayaan, maka yang demikian itulah berarti menolongnya” (HR. Bukhari)
  3. Dari Abi Hurairah r.a, Nabi SAW bersabda: “Tahukah kamu siapa yang  bangkrut itu?“, mereka (sahabat) berkata: “Ya Rasulullah, orang yang  bangkrut menurut kami ialah orang yang tidak punya kesenangan dan uang“  (kemudian) Rasulullah menjawab: “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari  umatku ialah orang yang datang (pada hari kiamat) membawa pahala  sholat, zakat, puasa dan haji. Sedang (ia) pun datang (dengan membawa  dosa) karena memaki-maki orang, memukul orang, dan mengambil harta  benda orang (hak–hak orang), maka kebaikan-kebaikan orang (yang  menzalimi) itu diambil untuk diberikan kepada orang-orang yang  terzalimi. Maka tatkala kebaikan orang (yang menzalimi) itu habis,  sedang hutang (kezalimannya) belum terbayarkan, maka diambilkan kajahatan-kejahatan dari mereka (yang terzalimi) untuk di berikan  kepadanya (yang menzalimi), kemudian ia (yang menzalimi) dilemparkankedalam neraka (HR. Muslim)
  4. Rasulullah SAW bersabda, “Kezaliman itu ada 3 macam: Kezaliman yang tidak diampunkan Allah, Kezaliman yang dapat diampunkan Allah, dan kezaliman yang tidak dibiarkan oleh Allah. Adapun kezaliman yang tidak diampunkan Allah adalah syirik, firman Allah SWT: “Sesunggahnya syirik itu kezaliman yang amat besar!”, adapun kezaliman yang dapat diampunkan Allah adalah kezaliman seseorang hamba terhadap dirinya sendiri di dalam hubungan dia terhadap Allah, Tuhannya.  DAN KEZALIMAN YANG TIDAK DIBIARKAN ALLAH ADALAH KEZALIMAN HAMBA-HAMBA-NYA DI ANTARA SESAMA MEREKA, KARENA PASTI DITUNTUT KELAK OLEH MEREKA YANG DIZALIMI.”  (HR. al-Bazaar & ath-Thayaalisy)
  5. Apabila kita berbuat salah terhadap orang lain, kita harus segera minta maaf,  selagi kita masih hidup dan untuk memperingan siksa di akhirat nanti. Abu Hurairah r.a. berkata: “Nabi SAW bersabda: “Siapa yang merasa pernah berbuat aniaya kepada saudaranya, baik berupa kehormatan badan atau harta atau lain-lainnya, hendaknya segera meminta halal (maaf) nya sekarang juga, sebelum datang suatu hari yang tiada harta dan dinar atau dirham, jika ia punya amal shalih, maka akan diambil menurut penganiayaannya, dan jika tidak mempunyai hasanat (kebaikan), maka diambilkan dari kejahatan orang yang dianiaya untuk ditanggungkan kepadanya.” (HR. Bukhori, Muslim)
Setelah kita mengetahui bahayanya perbuatan zalim yang dapat membuat kita menjadi seorang hamba yang bangkrut di akhirat kelak, marilah kita selalu menjaga diri kita,  agar tidak berbuat zalim terhadap sesama.

JANGAN MENZALIMI SESAMA

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Sudah kami katakan sebelumnya, bahwa kekuatan MUHAMMAD dalam memegang teguh keadilan itu, bukanlah semata-mata karena berbangga-banggaan dengan kerendahan hati atau hanya bersenang-senang dengan kelezatan berbuat adil. Tidak! MUHAMMAD memegang teguh keadilan, karena penghargaannya terhadap keadilan itu sendiri.

Karena kesadarannya akan hakekat dan kedudukannya di tengah masyarakat sebagai bagian dari masyarakat, sebagai seorang yang sama dengan mereka. Maka sudah menjadi kewajiban beliau dan juga menjadi kewajiban semua orang untuk berlaku adil. Setiap penyimpangan dari neraca itu akan merusak dan mendatangkan bencana terhadap seluruh kehidupan. Beliau memegang teguh pada keadilan lebih dari siapapun. Karena beliau memang diciptakan untuk keadilan dan untuk itu pulalah beliau diutus.
MUHAMMAD punya pandangan yang unik tentang keadilan. Beliau tidak hanya menjadikan keadilan sebagai keutamaan manusia belaka. Malah keadilan itu diletakkannya di tempat yang tertinggi. Bahkan keadilan telah menjadi watak dan Akhlak Allah SWT. Dan merupakan metode yang telah diwajibkan bagi diri-NYA sendiri.
Dalam sebuah HADITS QUDSI Allah SWT berfirman:
  • “Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya telah AKU haramkan atas diri-KU perbuatan zhalim dan Aku jadikan ia diharamkan di antara kamu; maka janganlah kalian saling berbuat zhalim.” [1]
Maka jika MUHAMMAD mengetengahkan Tuhan-nya Yang Maha Kuasa melaksanakan kehendak-Nya, bahkan telah mengharamkan kezaliman pada diri-Nya, tentulah Dia memandang kezaliman itu suatu dosa yang tiada taranya di antara dosa-dosa umat manusia.

Sehubungan dengan itu, beliau saw banyak mengeluarkan ancaman dan peringatan keras terhadap kezaliman.

Beliau Saw bersabda:
  • “Jauhilah kezaliman, sesungguhnya kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat.
  • “Waspadalah terhadap do'a orang yang dizalimi. Sesungguhnya antara dia dengan Allah tidak ada tabir penyekat." (HR. Mashabih Assunnah)
  • “Do'anya seorang yang dizalimi terkabul meskipun dia orang jahat dan kejahatannya menimpa dirinya sendiri." (HR. Ahmad)
  • “Do’a orang yang teraniaya diangkat Allah menembus awan dan dibukakan pintu langit baginya, seraya Allah berfirman padanya; “Demi Keagungan-KU, Aku akan membelamu sampai kapan pun.”
  • “Waspadalah terhadap do'a orang yang teraniaya, karena do’anya naik ke langit seperti bunga api."

Allah Azza Wajalla berfirman (hadits Qudsi):
  • "Dengan keperkasaan dan keagungan-KU, AKU akan membalas orang zalim dengan segera atau dalam waktu yang akan datang. AKU akan membalas terhadap orang yang melihat seorang yang dizalimi sedang dia mampu menolongnya tetapi tidak menolongnya." (HR. Ahmad)
Oleh sebab itu, maka WASPADALAH..! Janganlah sekali-kali berbuat zalim.

Menurut junjungan kita MUHAMMAD saw;
  • "kezaliman akan memakan keutamaan (kebaikan) si zalim seperti halnya api memakan sekam."
MUHAMMAD Saw senantiasa melarang ummat manusia agar tidak berbuat zhalim antar sesama mereka sebab perbuatan zhalim diharamkan dan akibatnya amat fatal baik di dunia mau pun di akhirat. Dan karena Hari Kiamat itu merupakan suatu hari pengadilan semesta untuk menetapkan pahala dan dosa umat manusia seluruhnya, maka Rasulullah saw senantiasa menampilkan potret si zalim dengan segala keburukannya.
Pada hakekatnya, setiap orang akan mengalami kiamatnya sendiri-sendiri. Dan hukum qishash itu senantiasa terlaksana. Hari qishash itu tergantung dari Anda, dan itulah yang akan menampilkan kiamat Anda. Janganlah ada yang mencoba-coba berkata: “Mana mungkin ada Hari Kiamat?” Padahal orang itu sangat dekat dengan hari kiamatnya sendiri.
MUHAMMAD Saw bersabda, memperingatkan si zalim akan hari pembalasan:
  • “Waspadalah sungguh-sungguh terhadap kezaliman itu. Karena orang yang datang dengan kebaikan-kebaikannya di Hari Kiamat, dan ia mengira bahwa kebaikan-kebaikannya itu akan menyelamatkannya. Tiba-tiba tidak putus-putus datang pengaduan dari orang lain, yang mengadukan: “Ya Allah! Hamba-Mu itu telah melakukan kezaliman padaku.” Maka firman Allah: “Hapuskan (kurangkan) bagian pahala dari kebaikannya itu”. Dan begitulah seterusnya sampai tidak tersisa kebaikannya itu walau sedikit pun. Dan apabila sdh tidak tersisa lagi amal kebaikannya, maka dosa-dosa orang yang pernah dizaliminya, akan dibebankan pada dirinya.”
Tindakan qishash bagi kezaliman itu pasti terjadi dan secara tiba-tiba datangnya. Tentang hal ini Beliau saw bersabda:
  • “Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menangguhkan (mengulur-ulur) azabnya terhadap orang zalim dan bila Dia mengazab-nya tidak akan luput (tidak akan di lepaskan lagi)." (HR. Muslim)
Kemudian Rasulullah membacakan doa dalam surat Hud ayat 102: Allah Ta’ala berfirman,
  • “Dan begitulah adzab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.” (QS Huud:102)
MUHAMMAD saw mengingatkan kepada kita semua tentang betapa buruknya perbuatan zalim itu, namun Beliau saw juga selalu mengingatkan kita tentang betapa luasnya kekuasaan dan ampunan Allah terhadap para hamba-Nya. Karena itu, bila sedang lupa hingga tergelincir kedalam perbuatan maksiat (menzalimi diri sendiri), maka hendaklah seorang Mukmin bersegera dalam melaksanakan taubat kepada Allah serta meminta maaf kepada saudara kita yang terzalimi, dan tidak menunda-nunda taubat, sebab kita tidak pernah mengetahui kapan ajal menjemput sehingga kita mati sebelum sempat bertaubat hingga menyebabkan kita memperoleh murka-Nya.

Beliau selalu memberikan harapan kepada kita agar senantiasa bersangka'an baik terhadap Allah, dan hendaknya tidak berputus asa dari mengharap rahmat-Nya serta meyakini sepenuhnya bahwa Dia pasti mengampuni sebesar apa pun dosa-dosa hamba-Nya. selama ia tidak berbuat syirik terhadap-Nya.

Dan firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri.” (QS Yuunus:44)

Dalam sebuah hadits Qudsi Allah Swt berfirman:
  • “ Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya ia hanyalah perbuatan-perbuatan kalian yang aku perhitungkan bagi kalian, kemudian AKU cukupkan buat kalian; barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji Allah dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela selain dirinya sendiri.” (HR.Muslim)
[Makna kata “Perbuatan zhalim”: Kezhaliman artinya meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, yaitu melampaui batas; dan Makna “Aku cukupkan buat kalian”: adalah AKU membalas kalian berdasarkan perbuatan kalian baik kecil mau pun besar, yaitu di akhirat kelak.]

Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur'an:
  • “Dan Aku sekali-kali tidak menzhalimi hamba-hamba-Ku.” (QS Qaaf:29).
Sikap zalim dan bakhil (kikir) adalah akar dari kegelapan hati dan yang dapat menyebabkan pelakunya mendapatkan siksa yang pedih.

Maka dengan kasih sayangnya, MUHAMMAD berupaya untuk menghilangkan kezaliman dari hati manusia dengan peringatan yang tegas, agar kita tidak terjerumus dan mengalami kesengsaraan di hari kiamat kelak.

Rasulullah SAW bersabda,
  • “Takutlah kamu akan berbuat zalim! Karena perbuatan zalim itu menyebabkan kegelapan di hari Kiamat." (HR.al-Bukhary dan Muslim)
  • "Jauhilah kekikiran, sesungguhnya kekikiran telah membinasakan (umat-umat) sebelum kamu, mereka saling membunuh dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan.” (HR. Bukhari)

Dalam sabdanya yang lain:
  • “Sesungguhnya Allah Ta’ala akan mengulur-ulur bagi pelaku kezhaliman hingga bila Dia menyiksanya, Dia tidak akan membuatnya lolos (dapat menghindar lagi).” (HR.al-Bukhary)
  • “Barangsiapa menzalimi orang lain terhadap sejengkal lahan maka kelak dia akan dililit dengan tujuh petala bumi." (HR. Bukhari dan Muslim)

MUHAMMAD SAW sangat menentang segala bentuk kezaliman, dan karenanya, beliau senantiasa memperingatkan umatnya tentang balasan Allah terhadap orang-orang yang berbuat zalim dengan sabdanya dalam hadits-hadits berikut ini:

  • “Barangsiapa berjalan bersama seorang yang zalim untuk membantunya dan dia mengetahui bahwa orang itu zalim maka dia telah ke luar dari agama Islam”. (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)
  • “Kebaikan yang paling cepat mendapat ganjaran ialah kebajikan dan menyambung hubungan kekeluargaan, dan kejahatan yang paling cepat mendapat hukuman ialah kezaliman dan pemutusan hubungan kekeluargaan." (HR. Ibnu Majah)
  • "Bila orang-orang melihat seorang yang zalim tapi mereka tidak mencegahnya dikhawatirkan Allah akan menimpakan hukuman terhadap mereka semua." (HR. Abu Dawud)

Betapa indahnya hadis diatas.., yang merupakan sebagian kecil dari ribuan untaian kata-kata penuh hikmah, yang keluar dari lisan seorang insan suci nan mulia. seorang hamba dan utusan Allah, yang nota bene adalah seorang yang ummi (seorang yang tidak bisa membaca dan menulis), akan tetapi untaian mutiara hikmah yang telah disabdakannya. yang seluruhnya terhimpun dalam kitab-kitab hadits shahih yang menjadi rujukan ke-dua bagi ummat Islam (setelah al-Qur’an), sungguh telah melampaui kata-kata mutiara dari semua ahli hikmah yang pernah ada di muka bumi ini. Subhanallah..

CATATAN KAKI
[1] Naskah hadits (Qudsi) selengkapnya:
  • “Wahai para hamba-KU, sesungguhnya telah AKU haramkan atas diri-KU perbuatan zhalim dan AKU jadikan ia diharamkan di antara kamu; maka janganlah kalian saling berbuat zhalim.
  • “Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah sesat kecuali orang yang telah AKU beri petunjuk; maka mintalah petunjuk kepada-Ku, niscaya AKU beri kalian petunjuk."
  • ”Wahai para hamba-Ku, setiap kalian itu adalah lapar kecuali orang yang telah AKU beri makan; maka mintalah makan kepada-KU, niscaya AKU beri kalian makan."
  • ”Wahai para hamba-Ku, setiap kalian adalah telanjang kecuali orang yang telah AKU beri pakaian; maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya AKU beri kalian pakaian."
  • ”Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat kesalahan di malam dan siang hari sedangkan AKU mengampuni semua dosa; maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya AKU ampuni kalian."
  • ”Wahai para hamba-Ku sesungguhnya kalian tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada-KU sehingga kalian bisa membahayakan-KU dan tidak akan mampu menyampaikan manfa’at kepada-KU sehingga kalian bisa memberi manfa’at pada-KU."
  • “Wahai para hamba-Ku, andaikata hati generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian sama seperti hati orang paling taqwa di antara kamu (mereka semua adalah ahli kebajikan dan takwa), maka ketaatanmu itu tidaklah menambah sesuatu pun dari Kekuasaan-KU."
  • ”Wahai para hamba-Ku, andaikata hati generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian sama seperti hati orang paling fajir (bejad) di antara kalian (mereka semua ahli maksiat dan bejad), maka semua itu, tidaklah mengurangi sesuatu pun dari kekuasaan-Ku."
  • ”Wahai para hamba-Ku, andaikata generasi terdahulu dan akhir dari kalian, golongan manusia dan jin kalian berada di bumi yang satu (satu lokasi), lalu meminta kepada-Ku, lantas AKU kabulkan permintaan masing-masing mereka, maka hal itu tidaklah mengurangi apa yang ada di sisi-KU kecuali sebagaimana jarum bila dimasukkan ke dalam lautan."
  • "Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya ia hanyalah perbuatan-perbuatan kalian yang aku perhitungkan bagi kalian kemudian AKU cukupkan buat kalian; barangsiapa yang mendapatkan kebaikan, maka hendaklah ia memuji ALLAH dan barangsiapa yang mendapatkan selain itu, maka janganlah ia mencela selain dirinya sendiri.”
  • (HR.Muslim)

Pesan-Pesan Hadits
Hadits ini merupakan hadits Qudsi, yaitu Hadits yang diriwayatkan Rasulullah SAW dari Rabb-nya.

Perbedaan antara Hadits Qudsi dan Al-Qur’an di antaranya adalah:
  1. Bahwa al-Qur`an al-Kariim adalah mukjizat mulai dari lafazhnya hingga maknanya sedangkan Hadits Qudsi tidak memiliki kemukjizatan apa pun - Bahwa shalat tidak sah kecuali dengan al-Qur`an al-Kariim sedangkan Hadits Qudsi tidak sah untuk shalat - Bahwa al-Qur`an al-Kariim tidak boleh diriwayatkan dengan makna sementara Hadits Qudsi boleh.
  2. Hadits tersebut menjelaskan bahwa Allah Ta’ala Maha Suci dari semua sifat kekurangan dan cela, di antaranya berbuat zhalim, di mana Dia berfirman, “Sesungguhnya telah Aku haramkan atas diri-Ku perbuatan zhalim.”

Semoga shalawat dan salam selalu di limpahkan-Nya bagi junjungan kita Rasulullah SAW beserta ahlul baitnya, para sahabatnya, para tabi’in, tabi’ut tabi’in serta seluruh umat Islam yang taat pada risalahnya hingga di akhir zaman.
Amin.

Spiritual Leadership: Apakah Pimpinan Anda Brengsek?

Tidak banyak orang yang “beruntung”, yang sekali masuk kerja langsung mendapat seorang pimpinan yang ideal, yang berhasrat membimbingnya, yang bersedia mendengar keluhan-keluhannya, yang menunjukkan jalan ke arah kemajuan, yang siap memberi saran bila dia membutuhkannya, yang bukan hanya siap memberi maaf bila dia berbuat kesalahan, tetapi menerima kesalahan dia sebagai bagian dari upaya kemajuan, yang memberi sebuah tepukan hangat pada pundaknya bila dia menyelesaikan tugas dengan baik. Mungkin Anda saat ini adalah salah satu dari orang yang “beruntung” itu, walaupun kemungkinan besar bukan.
Yang lebih mungkin adalah Anda mendapat pimpinan yang tidak mau, atau tidak bisa membimbing. Tidak mau membimbing karena dia memendam perasaan takut Anda saingi apalagi Anda lompati. Keberadaan Anda dia butuhkan untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya, tetapi pada saat yang sama juga merupakan ancaman bagi kedudukannya.
Dia tidak mau mendengar keluhan-keluhan maupun saran-saran Anda, karena saran apalagi kritik berarti pengakuan bahwa Anda lebih pandai, lebih kreatif daripada dia. Ini juga ancaman bagi pimpinan Anda.
Yang lebih mungkin adalah Anda berhadapan dengan pimpinan yang “brengsek”, yaitu pimpinan yang bukan hanya tidak mau tetapi memang tidak bisa membimbing, yang enggan menerima saran apalagi kritik. Pimpinan begini biasanya pandai mengkambing hitamkan anak buah, pelit dalam memberi pujian tetapi haus pujian dan menikmati penjilatan.
Bila Anda mendapat seorang pimpinan yang brengsek ini, bersyukurlah.
Ya, bersyukurlah. Pertama, karena kita tidak mempunyai kuasa untuk memilih pimpinan kita. Begitu kita bekerja, pimpinan itu sudah ada. Nanti pimpinan berganti, bukan kita yang menentukannya melainkan orang lain yang lebih tinggi dari dia.  Jadi kita tidak dapat berbuat apa-apa kecuali menerima pimpinan yang ada. Menerima dengan perasaan syukur.
Bersyukurlah, karena pimpinan yang brengsek itu memang disediakan oleh Tuhan untuk Anda. Agar Anda belajar dari dia. Belajar bukan dari buku, tetapi belajar langsung. Langsung melihat, langsung merasakan bagaimana rasanya dipimpin oleh seorang pimpinan brengsek.
Saya pernah, pada awal saya bekerja, mendapat pimpinan yang saya anggap “brengsek”. Begitu “brengsek” nya pimpinan saya itu sehingga saya mendoakannya agar dia kerobohan pohon dan mati. Tentu saja permohonan saya itu tidak dikabulkan oleh Tuhan.
Setelah tahun-tahun berlalu, saya menengok lagi ke belakang, ke saat-saat dia menjadi pimpinan saya, saya bisa melihat betapa di balik ke”brengsekan” pimpinan itu terdapat kebaikan-kebaikan. Kebaikan-kebaikan yang saat itu tidak terlihat karena pandangan saya telah tertutupi oleh kaca mata “brengsek” yang menutupi mata saya.
Yang kedua, saya sekarang menyadari betapa pentingnya menerima keadaan sebagaimana adanya saat ini. Kalau saat ini pimpinan kita adalah dia yang “brengsek” itu ya kita terimalah keadaan itu sebagaimana adanya, tanpa ngelamun, tanpa berkhayat, tanpa berandai-andai. Karena pimpinan yang “brengsek” itupun diberikan oleh Tuhan kepada kita agar kita dapat belajar dari dia. Kita hidup di dunia ini pada hakekatnya untuk belajar. Belajar dari apa saja dan siapa saja yang lewat dalam perjalanan hidup kita yang disajikan oleh Tuhan. Agar kita belajar leadership bukan hanya dari buku-buku, dari katanya….katanya…..Tetapi dari pengalaman nyata. Merasakan pengalaman nyata. Ibarat anak kecil yang perlu belajar mengalami betapa api itu panas dan es itu dingin.
Dengan berkat Tuhan, semoga hati kita semakin terbuka
dan langkah kepemimpinan kita semakin mendekat kepada Tuhan.

www.Tempemenjez.com: Download MP3 Lagu Barat Tahun 90an ( 90's Hits Son...

www.Tempemenjez.com: Download MP3 Lagu Barat Tahun 90an ( 90's Hits Son...: Berikut 50 Daftar Lagu Barat yg sempat Hit di tahun 90an - Listen and download : ( sumber : 4shared ) 1.  Celine Dion - The Power of lov...

www.Tempemenjez.com: Misteri Wafatnya Soekarno

www.Tempemenjez.com: Misteri Wafatnya Soekarno: Meninggalnya sang proklamator kemerdekaan Indonesia sampai sekarang menyisakan misteri. Perawatan penyakit, masalah pemakaman dan pembatas...

PENAWARAN ANGSURAN NOTEBOOK/LAPTOP BAGI PENDIDIK


Bersama ini kami sampaikan CV. Global Mediatama adalah mitra kerja PT. Telkom  Bandung Bidang :

·         Authorhized Dealer Telkomspeedy
·         Authorhized Dealer Telkom flexi

Dengan ini kami menginformasikan “ Paket Khusus Untuk Pendidik “    yang sekiranya dapat di terapkan di sekolah Bapak sebagai fasilitas Proses KBM, yaitu ;

1.Program Angsuran Laptop dan Note Book ( terlampir )
2.Bonus Layanan Akses Internet Berteknologi EVDO ( Free 2 bulan, abn Rp.50.000/bln Unlimited )
3.Bonus Sarana komunikasi Flexi  - Free Komunikasi ( Trendy Community )
                                                             - SMS Millis
                                                             - Dapat digunakan Teleconfrence

Demikian surat penawaran ini kami sampaikan , atas kerjasamanya kami mengucapkan terimakasih.

Bandung, 3 Maret 2012
CV. Global Mediatama



( Heri Wirawan )
Direktur

LAMPIRAN:


NAMA BARANG
18 Bulan
HP MINI NOTE 110 Intel Atom N570 1,6 Ghz
DDR3 1 GB Hardisk Sata 320 GB,Webcam 1,3 MP-Wireless Lan Cardreader-USB port 2,0 LED 10 Inc TFT WXGA Operating System Dos + MODEM EVDO REV-A (gratis 2bln,Unlimited Rp.50.000,-/bln)
217.642
ACER ASPIRE ONE AOD257 Intel Atom N570 1,6 Ghz
DDR3 2 GB Hardisk Sata 320 GB,Webcam 1,3 MP-Wireless Lan Cardreader-USB port 2,0 LED 10 Inc TFT WXGA Crystalbright Opr. System Dos + MODEM EVDO REV-A (gratis 2bln,Unlimited Rp.50.000,-/bln)
234.656
ASUS Eepc 1015 PX Intel Atom NS70 1,6 Ghz
DDR3 2 GB Hardisk Sata 320 GB,Webcam 1,3 MP-Wireless Lan Cardreader-USB port 2,0 LED 10 Inc TFT WXGA Crystalbright Opr. System Dos + MODEM EVDO REV-A (gratis 2bln,Unlimited Rp.S0.000,-/bln)
224.447
TOSHIBA SATELITE NB 520 Intel Atom N570 1,6 Ghz
DDR3 2 GB Hardisk Sata 320 GB,Webcam 1,3 MP-Wireless Lan Cardreader-USB port 2,0 LED 10 Inc TFT WXGA Crystalbright Opr. System Dos + MODEM EVDO REV-A (gratis 2bln,Unlimited Rp.50.000,-/bln)
272.086
HP COMPAC 430
Intel Core i 3 - 380 M 2,53 Ghz.DVDRW Multi Drive
DDR3 2 GB Hardisk Sata 500 GB,Webcam 1,3 MP-Wireless Lan
Cardreader-USB port 2,0 LED 14 Inc TFT WXGA Crystalbright
Opr. System Dos + MODEM EVDO REV-A (gratis 2bln,Unlimited
Rp.50.000,-/bln)
326.531
ACER ASPIRE 4739
Intel Core i 3 - 370 M 2,41Ghz/2330M,DVDRW Multi Drive DDR3 2 GB Hardisk Sata 500 GB,Webcam 1,3 MP-Wireless Lan Cardreader-USB port 2,0 LED 14 Inc TFT WXGA Crystalbright Opr. System Dos + MODEM EVDO REV-A (gratis 2bln,Unlimited Rp.50.000,-/bln)
343.544
ACER ASPIRE 4752
Intel Core i 3 - 370 M 2,41Ghz/2330M,DVDRW Multi Drive DDR3 2 GB Hardisk Sata 500 GB,Webcam 1,3 MP-Wireless Lan Cardreader-USB port 2,0 LED 14 Inc TFT WXGA Crystalbright Opr. System Dos + MODEM EVDO REV-A (gratis 2bln.Unlimited Rp.50.000,-/bln)
357.156
ASUS A44H
Intel Core i 3 - 2330 M 2,41Ghz,DVDRW Multi Drive DDR3 2 GB Hardisk Sata 320 GB.Webcam 1,3 MP-Wireless Lan Cardreader-USB port 2,0 LED 14 Inc TFT WXGA Crystalbright Opr. System Dos + MODEM EVDO REV-A (gratis 2bln,Unlimited Rp.50.000,-/bin)
343.544
TOSHIBA SATELITE L745
Intel Core i 3 - 2330 M 2,41Ghz,DVDRW Multi Drive DDR3 2 GB Hardisk Sata 500 GB.Webcam 1,3 MP-Wireless Lan Cardreader-USB port 2,0 LED 14 Inc TFT WXGA Crystalbright Opr. System Dos + MODEM EVDO REV-A (gratis 2bln,Unlimited Rp.50.000,-/bin)
408.197
Catatan : Harga tidak terikat dapat berubah sewaktu-waktu
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi :
HERU K NIRWANTYA, S.Pd.  Phone 02261404848 - 085295400688

PORSI UJIAN TUHAN

Tidak ada suatu apapun yang kebetulan di dunia ini. Segalanya telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Sekecil apapun kejadian itu, tentu merupakan kehendak-Nya. Tuhan selalu punya alasan mengapa Dia memberikan keadaan demikian kepada kita. Cermati, sesungguhnya Tuhan ingin Anda mempelajari hikmah dari kejadian tersebut.
Tuhan tidak akan memberi cobaan yang tidak bisa dilewati oleh hamba-Nya. Karena itu, percayalah. Mengapa Tuhan memilih Anda untuk menjalani keadaan sulit yang Anda rasakan, adalah karena Tuhan tahu bahwa Anda mampu melewatinya. Jika orang lain yang mengalami apa yang Anda alami, belum tentu mereka bisa sekuat Anda saat ini.
Setiap kesukaran yang kita alami adalah semata-mata kesempatan untuk mengasah kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Seorang sarjana bekerja sebagai pegawai kantoran dengan gaji tiga juta per bulan. Di lain pihak, seorang berijazah SMP mampu menghidupi keluarga lewat usaha tambak ikan dengan penghasilan berkali lipat. Ya, kesulitan memperoleh pekerjaan sering kali membuat kita berpikir lebih keras, bagaimana cara memperoleh uang. Jika setiap masalah kita hadapi dengan pikiran positif, tentu hasil yang positif juga akan kita dapatkan.
Hidup adalah untuk menyelesaikan masalah.Coba Anda tengok orang-orang yang tampak bahagia. Pasti akan Anda temukan satu sisi yang membuat orang itu merasa hidupnya tidak sempurna. Begitu pun dengan diri Anda sendiri. Jika saat ini Anda merasa punya masalah, selesaikanlah dengan tawakal tanpa pernah mengeluh. Itulah ujian yang Tuhan berikan sesuai dengan porsi kemampuan Anda.
Semoga bermanfaat.
***
Ramadhani Ray
Depok, 26122011

CERITA: JALAN MENUJU KESUKSESAN


Pada suatu kala, seorang pria sedang berjalan di sebuah tempat untuk mencari harta karun. Sampai akhirnya, tibalah ia di sebuah jalan bercabang tiga. Kebetulan ada orang tua yang sedang berdiri di pinggir persimpangan jalan tersebut.
Pria itu sedang bingung karena ada tiga jalan menuju arah yang berbeda. Ia pun sulit memutuskan mau memilih jalan yang ingin ditempuh. Lalu ia bertanya pada orang tua tersebut, “Hai, pak tua. Bolehkah saya bertanya? Saya sedang dalam perjalanan mencari harta karun. Tapi di depan saya ada tiga jalan yang berbeda. Bolehkah bapak menunjukkan kepada saya jalan yang benar?”
Orang tua itu tidak menjawab. Ia hanya menunjuk jalan yang pertama.
Pria itu berterima kasih dan segera mengambil jalan yang pertama.
Beberapa saat kemudian, pria yang tadi kembali lagi. Tapi kali ini seluruh badannya kotor terkena lumpur. Ia mendekati pak tua itu dan berkata, “Hai, pak tua. Tadi saya tanya arah ke tempat harta karun dan Anda menunjuk ke jalan pertama. Tapi saya malah terjebak ke dalam kolam lumpur yang luas. Badan saya jadi kotor begini.” Ia lalu bertanya, “Sekarang di mana jalan menuju harta karun? Tolong tunjukkan pada saya!”
Orang tua itu tetap tidak bersuara. Ia kemudian menunjuk ke jalan yang ke dua.
Pria itu kemudian berterima kasih dan segera mengambil jalan yang kedua.
orang tua menunjuk jalanBeberapa saat kemudian, pria tersebut kembali lagi. Badannya bukan hanya terkena lumpur pekat, tapi juga celananya penuh dengan sobekan dan kakinya luka seperti tergores sesuatu.
Kali ini ia mendekati pria tua itu dengan ekspresi wajah yang kesal.Ia berkata dengan sedikit marah, “Hai, pak tua! Tadi saya menanyakan arah menuju tempat harta karun dan Anda menunjuk ke jalan yang kedua. Tapi, jalan itu penuh dengan semak berduri. Seluruh kaki saya jadi terluka karena tergores duri.”
Kali ini ia bertanya lagi, “Sekarang saya tanya sekali lagi, di mana jalan menuju harta karun itu? Anda sudah dua kali membohongi dan mencelakai saya. Sekali lagi berbohong, Anda akan tahu akibatnya.”
Pria tua itu tetap diam, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ia sekarang menunjuk ke jalan yang ke tiga.
“Apakah Anda yakin dan tidak berbohong?” tanya pria itu.
Pria tua itu menganggukkan kepalanya dan sekali lagi menunjuk ke jalan yang ketiga.
Pria itu pun segera pergi meninggalkan pria tua tersebut. Namun beberapa saat kemudian, ia kembali lagi sambil berlari seperti ketakutan. Dengan napas tersengal, ia bertanya dengan marah, “Hai, pak tua! Apakah Anda mau membunuh saya? Di jalan sana ada banyak sekali binatang buas. Itu sama saja dengan cari mati.”
Pria tua itu akhirnya buka mulut, berkata, “Semua jalan tadi sebenarnya bisa menuju ke tempat harta karun. Hanya saja untuk menuju ke sana, Anda harus melewati jalan tersebut. Anda bisa memilih melewati kolam lumpur, semak berduri, atau binatang buas. Anda bisa pilih salah satu. Kalau benar-benar mau pergi ke tempat harta karun, Anda harus berani melewati salah satunya. Jika Anda tidak mau, silakan kembali saja.”
Begitu mendegar penjelasan dari pria tua itu, ia menundukkan kepala. Ia mundur, membatalkan perjalanannya dan kembali pulang…
Pesan kepada pembaca:
Saya yakin semua orang dengan semangat akan menjawab “Ya” saat ditanya apakah mereka ingin meraih kesuksesan. Namun sebagian besar tidak berani menjawab saat ditanya apakah mereka bersedia membayar harganya. Kenyataan yang sering terjadi adalah banyak sekali orang yang tidak bersedia menempuh jalan kesuksesan yang terlihat sangat berat. Mereka hanya ingin langsung sampai di garis finis, tapi tidak pernah mau melangkahkan kakinya untuk mencapai garis finis tersebut.
Salah satu tantangan berat yang harus Anda hadapi saat berjuang meraih kesuksesan adalah mendorong diri Anda untuk maju meskipun jalan yang sedang Anda tempuh sangat berat, berliku, dan penuh rintangan. Tantangan inilah yang seringkali membuat nyali seseorang menjadi ciut. Tantangan inilah yang akhirnya menyebabkan banyak orang tidak berani membayar harga dari sebuah kesuksesan. Mereka tidak siap untuk membayar dan lebih memilih melupakan kesuksesan yang ingin mereka raih.
Tidak peduli apa pun tujuan yang ingin Anda capai, rintangan tetap akan ada dan tidak akan hilang. Di mana ada kesuksesan, di situ ada rintangan yang menghalanginya. Hanya orang-orang sukses yang berani menghadapi rintangan demi rintangan sampai akhirnya meraih tujuan. Sebaliknya orang gagal lebih memilih untuk menyerah. Dan yang lebih menyedihkan, mereka bahkan tidak berani mencoba saat melihat betapa beratnya perjalanan yang harus dilalui. Mental mereka sudah dikalahkan jauh sebelum mereka memulai.
Rintangan akan selalu berdiri di depan kesuksesan. Anda harus berani melewatinya sebelum berhasil mendapatkan kesuksesan. Ada dua pilihan, mengeluh dan menyalahkan rintangan itu atau mendorong diri Anda untuk mengalahkan rintangan tersebut. Anda boleh menyalahkan rintangan yang kelihatannya selalu menghadang Anda. Tapi cobalah pikirkan, apakah rintangan itu akan hilang dengan cara menumpahkan kekesalan Anda?