My Home


Lihat My Home di peta yang lebih besar

Kenakalan Remaja VS Kenakalan Orang Tua Mari Kita Cermati


 

Nakal artinya suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu dsb, terutama bagi anak-anak). Juga berarti buruk kelakuan. Kenakalan adalah kata sifat dari nakal atau perbuatan nakal. Bisa juga berarti tingkah laku secara ringan yang menyalahi norma yang berlaku di masyarakat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, 2003, hlm. 772)

Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Perilaku tersebut akan merugikan dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.
Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia 13-18 tahun. Pada usia tersebut, seseorang sudah melampaui masa kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Ia berada pada masa transisi.

Baiklah sebelum membahas lebih jauh tentang kenakalan remaja kita harus tahu definisinya terlebih dahulu

  • Menurut Kartono, ilmuwan sosiologi
    Kenakalan Remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang". 
  • Menurut Santrock 
    "Kenakalan remaja merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal."

Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat.

Ada beberapa jenis kenakalan remaja diantaranya:

  • Penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang)
  • Seks bebas (Free sex)
  • Tawuran antara pelajar

Perilaku 'nakal' remaja bisa disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal). 

Faktor internal:

  1. Krisis identitas

    Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya.Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua. 

  2. Kontrol diri yang lemah

    Remaja yang tidak bisa mempelajari dan membedakan tingkah laku yang dapat diterima dengan yang tidak dapat diterima akan terseret pada perilaku 'nakal'. Begitupun bagi mereka yang telah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, namun tidak bisa mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

Faktor eksternal:

  1. Keluarga
    Perceraian orangtua, tidak adanya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga bisa memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  2. Teman sebaya yang kurang baik
  3. Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja:

  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orangtua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orangtua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

KENAKALAN ORANG TUA

Kita mungkin bosan apabila selalu membicarakan kenakalan remaja dan anak-anak. Tapi, kita jarang dengar dan membicarakan kenakalan orangtua. Padahal, kalau mo dirunut lumayan banyak juga lho kenakalan ortu yang memang sangat berpengaruh kepada kehidupan kita. Kenakalan orangtua ini bisa diperluas bukan hanya orangtua di rumah alias keluarga kita. Tapi orangtua di masyarakat seperti guru-guru di sekolah, orang-orang dewasa di lingkungan sekitar, orang-orang dewasa yang bisa kita lihat tampilan wajah dan aksinya di televisi, orang-orang dewasa yang saban hari kita temui di sekolah kehidupan kita, termasuk dalam hal ini adalah para ortu yang menjadi pejabat di negeri ini.

Bukan maksud untuk mengejek ortu kita. Ini sekadar renungan aja, betapa kita suka lupa bahwa kenakalan remaja tidak bisa lepas dari teladan yang sudah ada, kalau kita membicarakan kenakalan remaja sampai berbusa-busa atau menulis sampai berlembar-lembar lengkap dengan taburan faktanya, maka tidak ada salahnya juga apabila kita sedikit membahas kenakalan orangtua, sebagai bahan renungan bagi kita semua. Ya, semoga saja kita juga jadi bisa mengingatkan para ortu yang mau tidak mau memang sudah dan akan mewarnai kehidupan anak2nya saat ini. Ortu di rumah, ortu di masyarakat, dan tentunya ortu yang bertugas sebagai pengurus negara dan rakyat. Semua itu adalah ortu kita yang seharusnya menjadi teladan yang baik buat kita dalam menjalani kehidupan ini.

Kenakalan orangtua dalam ikatan keluarga

Setidaknya ada dua poin yang bisa disebut sebagai kenakalan orangtua secara umum.
Pertama, soal akhlak. Wallahu'alam, apakah karena terlalu sibuk atau tidak mengerti harus berbuat, banyak ortu di rumah yang abai dalam soal akhlak Islam yang baik ini. Padahal, anak   akan belajar pertama kali dari cara ortu, karena begitu dekatnya jarak antara anak dengan ortu. akhlak ini adalah sifat yang harus dimiliki setiap muslim, Menurut Muhammad Husain Abdullah, dalam kitabnya, Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam, hlm 100, disebutkan bahwa secara bahasa akhlak berasal dari kata al-khuluq yang berarti kebiasaan (as-sajiyah) dan tabiat (at-thab'u). Sedangkan menurut istilah (makna syara') akhlak adalah sifat-sifat yang diperintahkan Allah kepada seorang muslim untuk dimiliki tatkala ia melaksanakan berbagai aktivitasnya. Sifat-sifat akhlak ini tampak pada diri seorang muslim tatkala dia melaksanakan berbagai aktivitas—seperti ibadah, muamalah, dan lain sebagainya. Tentu, jika semua aktivitas itu ia lakukan secara benar sesuai tuntunan syariat Islam.

Nah, para orang tua sebagian besar belum mengerti soal ini. faktanya ada yang begitu. Contoh di daerah perkampungan, ada orangtua yang suka ikut memprovokasi anaknya untuk bertengkar dengan temannya. Kata-kata penyemangat yang sebenarnya lebih terasa hasutan dihembuskan, "Kamu jangan mau kalah sama dia. Lawan!", misalnya.

Akibatnya, memang anak-anak di satu keluarga itu akhirnya jadi sombong dan angkuh apabila bergaul, juga kerap berbuat onar karena merasa ada legalitas secara tidak tertulis dari ortunya itu.

Kedua, mengabaikan pelaksanaan syariat. Urusan sholat seringkali jadi masalah. Pelaksanaan syariat untuk individu ini acapkali diabaikan. Kalo ortunya aja sholatnya sesukanya, atau bahkan nggak sama sekali, akan menimbulkan dampak bagi anak. Apalagi jika menyuruh atau mengingatkan anaknya saja untuk sholat nggak pernah. Wah, mungkin nggak adil juga kalo di kemudian hari nyalahin anak yang nggak sholat. Wong, orangtuanya aja nggak sholat dan nggak membimbing anaknya untuk sholat.

Pengetahuan dalam hal pelaksanaan syariat untuk individu saja, khususnya berpakaian, seringkali terabaikan oleh para orangtua. Kenakalan ortu yang (mungkin saja) tidak disengaja ini bisa membentuk karakter kita dan sudut pandang kita dalam melihat berbagai masalah. Wajar dong kalo kemudian banyak di antara temen cewek kita yang sulit dikasih tahu tentang wajibnya berjilbab kalo keluar rumah atau ada orang asing (bukan mahram) yang berkunjung ke rumahnya. Karena merasa berkerudung en berjilbab tuh kalo mo ke tempat pengajian aja. Seperti yang dicontohkan ortunya.

Ini baru soal sholat dan berbusana lho (dan kebetulan memang ini yang lebih menonjol masalahnya). Kayaknya masih banyak deh pelaksanaan syariat Islam yang belum dibiasakan di tengah keluarga oleh para orangtua.

Kenakalan orangtua di masyarakat

Kita perlu tahu juga soal kenakalan ortu di masyarakat.

Pertama, menciptakan suasana yang nggak produktif. Hmm... kayaknya udah jadi rahasia umum, untuk bapak-bapak kalau mereka sudah kumpul pasti ada aja yang dilakukan yang deket-deket dengan sikap malas. Bapak-bapak apabila mereka berdua, selain ngobrol bisa juga main catur. Kalo berempat, malah ada kemungkinan main gaple. Seringnya sih begitu. Terutama kalo malam hari sambil nemani yang ronda Main catur dan main gaple ada yang bilang boleh-boleh aja kalo nggak pake duit alias judi. Cuma nggak muru'ah aja. Nggak menjaga kehormatan diri, Maklumlah, orang yang kerjanya cuma gaple aja tiap malam dicap orang pangedulan alias tukang malas.  Apalagi kalo main catur or gaple itu dilakukan pagi hari di hari kerja, atau siang hari di hari kerja, kayaknya nggak enak banget dilihat deh. Kesan yang muncul kan jadinya memelihara kemalasan.

Belum lagi kalo ibu-ibu. Baik mereka berdua, bertiga, berempat, bahkan rame-rame di forum arisan, tetep aja yang dilakukan adalah ngegosip. Ini umumnya

Kedua, menyediakan sarana kemaksiatan. Pemilik pabrik narkoba rata-rata ya orangtua. Mereka yang jadi bandar besar kebanyakan para orangtua. Nah, yang mengkonsumsi narkobanya, selain orang dewasa, ada juga yang remaja. Wah, bukannya ngasih pelajaran yang baik, malah menjerumuskan remaja demi keuntungan dan kepuasan materi yang ingin diraih para pengusaha barang haram itu. Orangtua di masyarakat yang kayak gini, jelas nakal dan jahat.

Selain narkoba, kita juga udah tahu kalau judi kini sudah membudaya. Mulai dari judi togel, sabung ayam, pacuan kuda, taruhan di pertandingan sepakbola, gaple yang pake duit, rolet, dan casino, sampe judi via fasilitas pengiriman SMS untuk mendukung kontestan pilihannya di ajang pencarian bakat tertentu di televisi. Ternyata mereka malah memfasilitasi sarana kemaksiatan dan tentunya mencontohkan kenakalan.

Bukan hanya narkoba dan judi, ortu di masyarakat juga malah menyediakan tempat hiburan seperti diskotik. Bukan berburuk sangka, tapi kenyataan umum yang namanya diskotik tuh identik banget dengan tempat hura-hura, tempat mangkalnya orang-orang nakal, tempat transaksi narkoba, transaksi pelacuran, dan aktivitas maksiat lainnya. Pelakunya, banyak juga yang remaja.

Ketiga, pendidik yang abai. Sekolah dan kampus boleh dibilang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk belajar bagi kita. Namun, seringkali tak seperti tujuan awalnya. Memang, tidak semuanya jelek. Tapi, kita bicara umumnya. Misalnya, ada oknum guru yang mengajarkan asusila kepada murid-muridnya. Faktanya, kalau sempat baca-baca berita ada oknum guru yang melakukan pelecehan seksual kepada muridnya. yang begini ini bisa memicu kenakalan anak didiknya. Semoga tidak banyak ortu di masyarakat yang seperti ini.

Akhirnya baik remaja atau orang tua adalah sama-sama manusia yang tidak luput dari khilaf dan dosa,amiiin..  semoga artikel ini bermanfaat bagi semua….

Guru dan Kepala Sekolah Sumber Kesuksesan Sekolah


 

       Ditulis pada hari Sabtu, 10 Desember 2011 | 21:22 WIB

Variabel penentu yang membuat sekolah bermutu adalah guru-gurunya yang memiliki tingkat adaptasi yang tinggi dalam lingkungan yang selalu berubah. Ilmu pengetahuannya selalu terbarukan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat. Kemajuan sekolah dipengaruhi oleh tingkat perkembangan keterampilan guru dalam mendongkrak kemajuan siswa belajar. Keterampilan terbaiknya adalah membuat siswa belajar bagaimana caranya belajar.

Guru yang efektif membuat siswanya balajar mandiri, meningkatkan keterampilannya karena kemauan belajarnya yang meningkat dari waktu ke waktu. Kemajuan sekolah didorong oleh kemampuan guru selalu menyajikan hal-hal yang baru sehingga siswa memiliki motivasi yang kuat untuk mengeksplorasi banyak fenomena untuk mendapatkan pengetahuan yang baru. Untuk menunjang kemajuan khususnya tekhnologi yang akhir akhir ini sedang digalakan oleh pemerintah pusat seharusnya menjadi jembatan untuk kemajuan sekolah.

Sekolah yang bermutu memiliki orang tua yang partisipatif mendukung siswa mempersiapkan dan meningkatkan aktivitasnya mempelajari berbagai hal yang bermutu. Meningkatkan kemauan siswa untuk selalu bekerja dengan baik. Pemantapan belajarnya selalu tertingkatkan melalui pengulangan dan pembiasaan. Orang tua yang efektif adalah yang memahami kebutuhan siswa belajar, mendukung guru-guru bekerja efektif.

Sekolah yang efektif adalah sekolah yang dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah dan lingkungan global yang diintegrasikan dengan teknologi sehingga dinding kelas tidak menjadi pembatas pikiran siswa untuk berkembang. Sekolah mampu mengintegrasikan sumber daya sekitar wilayahnya menjadi bagian dari peraga pembelajaran yang efektif. Pelaksanaan pendidikan terintegrasi pada kemajuan masyarakatnya dan terkait pada kemajuan yang bangsa-bangsa lin pamerkan. Pikiran siswa dibuka lebar dengan wawasan global.

Akan Tetapi Di Era Globalisasi dan kemajuan jaman yang sangat cepat dan diharuskan untuk mengikutinya masih banyak Guru yang masih ketinggalan dan belum bisa mengoperasikan Komputer. Itu menjadi catatan penting dikala siswa harus bisa sementara Gurunya tidak bisa Lantas Siswa Bisanya dari mana....?

Variabel utama penentu kemajuan ialah kepala sekolah. Kepala sekolah adalah kunci kemajuan sekolah. Semua potensi yang tersedia di sekolah tidak akan berarti apa-apa di tangan kepala sekolah yang tidak kreatif. Sebaliknya berbagai keterbatasan akan perubah di tangannya karena ia cerdas mengolahnya.

Catatan Penting Tidak Selamanya Untuk Kepala Sekolah Yang Tua Yang Berwibawa. Untuk Kebanyakan Kepala Sekolah kepala sekolah adalah yang sudah tua, Katanya yang tua lebih banyak Asam Garamnya. Hal ini akan tidak tepat ketika dituntut dengan kemajuan jaman dibidang tekhnologi ketika bimbingan teknis, dan lain2...

Kepala sekolah menggerakan seluruh insan di sekolah dengan cepat dan aman, seperti seorang pilot pesawat jumbo yang selalu sigap menghadapi berbagai perubahan dan tantangan, pemberani dan penuh berdisiplin, berpikir dan bergerak cepat. Pikirannya selalu jauh melampaui pandangan orang-orang di sekitarnya karena karakternya yang selalu mendahului orang dalam belajar. Perhitungannya lebih kuat, lebih cepat, lebih dinamis, lebih mengarah, lebih teriorganisir dalam memfasilitasi dan menggubah semua potensi menjadi prestasi.

8T DALAM BEKERJA

Kita sepakat bahwa dalam bekerja kita memerlukan sebuah metode yang tepat agar kita mendapatkan hasil yang kita inginkan. Dalam sebuah ruang lingkup perusahaan di mana di dalamnya terdapat sebuah skema struktur organisasi di mana masing – masing unsur dalam organisasi tersebut memiliki tanggung jawab masing – masing dari level bawah sekelas office boy atau cleaning service hingga level direktur atau komisaris. Persoalannya yang sering timbul adalah bagaimana memadukan semua unsur yang ada dalam struktur tersebut hingga bisa sejalan seirama sehingga semua unsur tersebut ikut bertanggung jawab terhadap kemajuan perusahaan.

Sebuah komunikasi intensif diperlukan untuk merealisasikannya. Dari perspektif pengembangan sumber daya manusia setidaknya ada 8 metode yang bisa dilakukan dalam rangka meningkatkan kemajuan perusahaan yang disebut 8T, antara lain:

 
 

Target

Adalah sebuah patokan atau pijakan yang dijadikan tolak ukur sebuah keberhasilan. Kita mesti menyadari bahwa karyawan adalah subyek dari target tersebut, artinya bahwa target yang diberikan perusahaan merupakan manifestasi dari keyakinan perusahaan akan kemampuan atau kapasitas karyawan. Maka perusahaan yang maju adalah perusahaan yang yakin akan kemampuan karyawannya sehingga mampu memposisikan target yang akan ditentukan.Artinya perusahaan mesti memiliki target yang terukur (measurable) yang merupakan manifestasi dari kemampuan karyawan.\

 
 

Tools

Merupakan sebuah hal yang lumrah jika saat ini telah banyak perusahaan yang menyadari bahwa seperangkat alat bantu (tools) dalam bekerja merupakan sebuah bagian yang berpengaruh dalam pencapaian tujuan perusahaan. Alat bantu (tools) dapat berupa hard tools dan soft tools. Hard tools mengarah pada seperangkat alat bantu yang dapat dirasakan bentuknya dan keberadaannya secara fisik. Sedangkan soft tools merupakan  alat bantu yang berbentuk sebuah metode kerja yang termanifestasi dalam format sistem prosedur. Perusahaan harus menyadari akan pentingnya keberadaan sebuah tools sebagai unsur penunjang pencapaian perusahaan.

 
 

Training

Semakin menjamurnya lembaga atau konsultan yang menawarkan jasa training pengembangan sumber daya manusia adalah sebuah indikasi akan pentingnya pembelajaran secara kontiyu dan berkesinambungan dalam ruang lingkup pekerjaan. Perusahaan perlu menyadari bahwa kompetisi serta persaingan usaha semakin hari semakin ketat, maka jika tidak ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, kelak lambat laun perusahaan akan tertinggal oleh perusahaan lain. Selain bersifat edukatif, training juga memiliki unsur komunikatif serta korektif. Dalam training kerap ada interaksi antar karyawan dalam menghadapi permasalahan pekerjaan yang pada kesimpulannya akan ditarik sebuah tindakan korektif dan nantinya tindakan korektif tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi agar karyawan berpikir pada arah preventif.

 
 

Time

Payung akan sangat berguna di saat kondisi hujan, air minum akan sangat bermanfaat saat kita merasa haus. Kata – kata di atas merupakan sebuah penegasan bahwa kita harus pandai – pandai memanfaatkan waktu yang kita punya. Dalam ruang lingkup pekerjaan yang harus kita perhatikan adalah kita harus bisa memanfaatkan waktu yang sedemikian cepat dengan hal – hal yang produktif. Maka tanamkanlah pada karyawan Anda bahwa waktu kita tidak banyak maka bergegaslah memanfaatkan waktu yang tidak banyak itu dengan hal – hal yang bermanfaat banyak.

 
 

Truth & Trust

Alangkah nyamannya bila dalam hubungan pekerjaan antara karyawan satu dengan yang lainnya dilandasi rasa saling jujur satu sama lain. Kejujuran dalam bekerja adalah modal berharga dalam membangun fondasi bernama kepercayaan. Dalam pekerjaan, kejujuran kita dapat dilihat dari seberapa transparan kita di saat menghadapi persoalan pekerjaan. Sikap transparan kita merupakan bukti tanggung jawab kita kepada perusahaan. Bila kejujuran dan kepercayaan sudah terpatri dalam sanubari setiap karyawan, niscaya kemajuan perusahaan bukanlah sebuah mimpi.

 
 

Tracking

Monitoring atau pengontrolan adalah hal yang harus diperhatikan dalam sebuah perusahaan. Pengontrolan berfungsi untuk memastikan apakah jalannya roda perusahaan sudah sesuai dengan koridor yang telah ditentukan guna mencapai tujuan perusahaan. Pada dasarnya pengontrolan yang baik adalah bagaimana masing – masing individu berusaha menjadi pengendali kontrol bagi dirinya sendiri, sebab hanya individu itulah yang memahami persis akan kekurangan dirinya. Internal kontrol ini akan efektif bila setiap karyawan memahami bahwa kontrol adalah sebuah kebutuhan bukan mencari kesalahan.

 
 

Touch

Karyawan meruapakan salah satu aset perusahaan. Keberadaannya merupakan unsur yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Rentetan tanggung jawab pekerjaan, kejaran waktu yang demikian cepat dan rutinitas kegiatan yang berputar terus – menerus tak ayal kerap membuat karyawan mencapai titik kejenuhan dalam bekerja. Perhatian atau sentuhan lebih dengan mencoba bertanya tentang hal – hal di luar pekerjaan seperti soal hobi, keluarga dan lain – lain setidaknya mampu menciptakan kenyamanan bagi karyawan. Perhatian semacam ini setidaknya mampu menciptakan suasana yang hangat antar karyawan sehingga akan berpengaruh pada suasana kerja.

 
 

Mari kita renungkan bersama, sudahkah hal – hal di atas kita terapkan dengan benar.

MATERI UAS GANJIL TIK & KKPI SMP, SMA DAN SMK TAMANSISWA RANCAEKEK

MATERI UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

SMP TAMANSISWA RANCAEKEK

TAHUN PELAJARAN 2011/2012


 

Kelas VII, Semester 1

Standar Kompetensi  

Kompetensi Dasar  

  1. Memahami penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan prospeknya di masa mendatang


     


     


     

  1. Mengidentifikasi berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi
  2. Mendeskripsikan sejarah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dari masa lalu sampai sekarang
  3. Menjelaskan peranan teknologi informasi dan komunikasi di dalam kehidupan sehari-hari
  4. Mengidentifikasi berbagai keuntungan dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi
  5. Mengidentifikasi berbagai dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi

2. Mengenal operasi dasar peralatan komputer

  1. Mengaktifkan komputer sesuai prosedur
  2. Mematikan komputer sesuai prosedur
  3. Melakukan operasi dasar pada operating system dengan sistematis


 

Kelas VIII, Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

  1. Menggunakan perangkat lunak pengolah kata untuk menyajikan informasi


 

1.1. Mengidentifikasi menu dan ikon pada perangkat lunak pengolah kata

1.2. Menjelaskan fungsi menu dan ikon pada program pengolah kata

1.3. Menggunakan menu dan ikon pokok pada perangkat lunak pengolah kata

1.4. Membuat dokumen pengolah kata sederhana


 

Kelas IX , Semester 1

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

  1. Memahami dasar-dasar penggunaan Internet/intranet

1.1. Menjelaskan pengertian dasar Internet/intranet

1.2. Memahami dasar-dasar sistem jaringan di Internet/intranet

1.3. Mengenal ukuran kecepatan akses Internet

1.4. Mengidentifikasi perangkat keras yang digunakan dalam akses Internet/intranet

1.5. Melakukan berbagai cara untuk memperoleh sambungan Internet/intranet


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

MATERI UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

SMA TAMANSISWA RANCAEKEK

TAHUN PELAJARAN 2011/2012


 


 

Kelas X, Semester 1

Standar Kompetensi  

Kompetensi Dasar  

1. Melakukan operasi dasar komputer

1.1 Mengaktifkan dan mematikan komputer sesuai dengan prosedur

1.2 Menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi

2. Memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi


 

  1. Mendeskripsikan fungsi, proses kerja komputer, dan telekomunikasi, serta berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi
  2. Menjelaskan fungsi, dan cara kerja jaringan telekomunikasi (wireline, wireless, modem dan satelit)
  3. Mendemonstrasikan fungsi dan cara kerja perangkat lunak aplikasi teknologi informasi dan komunikasi

3. Memahami ketentuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi


 


 

3.1 Menerapkan aturan yang berkaitan dengan etika dan moral terhadap perangkat keras dan perangkat lunak teknologi informasi dan komunikasi

3.2 Menerapkan prinsip-prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak teknologi Informasi dan komunikasi

3.3 Menghargai pentingnya Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dalam teknologi informasi dan komunikasi


 

Kelas XI, Semester 1

Standar Kompetensi 

Kompetensi Dasar 

1. Menggunakan internet untuk keperluan informasi dan komunikasi

1.1 Menjelaskan berbagai perangkat keras dan fungsinya untuk keperluan akses Internet

1.2 Mendeskripsikan cara akses Internet

1.3 Mempraktikkan akses Internet

1.4 Menggunakan web browser untuk memperoleh, menyimpan, dan mencetak informasi

1.5 Menggunakan e-mail untuk keperluan informasi dan komunikasi


 

Kelas XII, Semester 1

Standar Kompetensi 

Kompetensi Dasar

  1. Menggunakan perangkat lunak pembuat grafis

1.1. Menunjukkan menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pembuat grafis

1.2. Menggunakan menu dan ikon yang terdapat dalam perangkat lunak pembuat grafis

1.3. Membuat grafis dengan berbagai variasi warna, bentuk, dan ukuran


 


 


 


 


 


 

MATERI UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL

KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI

SMK TAMANSISWA RANCAEKEK

TAHUN PELAJARAN 2011/2012


 


 

Kelas X, Semester 1

Standar kompetensi 

Kopetensi dasar 

1. Mengoperasikan pc stand alone


 

2. Mengoperasikan sistem operasi software

1.1 mengoperasikan system operasi basis text

1.2 mengoperasikan system operasi gui ( graphical user interface )

2.1 menginstal sistem operasi dan program aplikasi

2.2 mengoperasikan software pengolahan kata 

        

Standar kompetensi 

Kopetensi dasar 

2. Mengoperasikan sistem operasi software

2.3 mengoperasikan software spead sheet.


 

Kelas XI, Semester 1

Standar kompetensi 

Kopetensi dasar 

3. Mengolah data aplikasi 

3.1 melakukan entry data aplikasi dengan keyboard

3.2 melakukan update data dengan utilitas aplikasi

3.3 melakukan delete data dengan utilitas aplikasi

3.4 melakukan entry data dengan image scanner

3.5 melakukan entry data dengan ocr (optical character recognition )


 

Kelas XII, Semester 1

Standar kompetensi

Kopetensi dasar 

5. Mengoperasikan pc dalam jaringan.

5.1 menginstal software jaringan

5.2 mengoperasikan jaringan pc dengan system operasi 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Program Teacher Training

Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2012 akan dibuka pada 7 November 2011 dan ditutup pada 27 Januari 2012  


 

Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat mengingkatkan kualitas dan kemampuan para guru. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa Jepang) dari Oktober 2012.



PERSYARATAN

  1. Lulusan S-1 atau D-4 dan guru yang mengajar secara aktif di SD, SLTP, SLTA (termasuk sekolah swasta dan SMK).
  2. Pelamar telah mengajar lebih dari 5 tahun di lembaga pendidikan formal pada tanggal 1 April 2012. Semua bidang ditawarkan kecuali, bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Arab, pendidikan agama dan perhotelan.
  3. Usia di bawah 35 tahun pada tanggal 1 April 2012.
  4. Sehat jasmani dan rohani. (bagi pelamar wanita tidak diperbolehkan dalam kondisi hamil)
  5. Bersedia belajar bahasa Jepang karena bahasa pengantar di universitas adalah bahasa Jepang.


FASILITAS YANG DIDAPAT

  1. Tanpa ikatan dinas.
  2. Tiket kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) - Jepang.
  3. Bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, dan uang pendaftaran.
  4. Tunjangan bulanan sebesar ¥ 152.000 per bulan (ada kemungkinan mengalami perubahan).
  5. Peserta disediakan asrama yang pembayarannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa.


CARA PELAMARAN

  1. Pendaftaran dibuka pada 7 November 2011 dan ditutup pada 27 Januari 2012.
  2. Bagi pelamar, baik pegawai negeri maupun swasta dapat langsung menyerahkan/mengirimkan formulir yang telah diisi ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang dengan dilampiri dokumen yang diperlukan.
  3. Bagi pelamar yang berstatus pegawai negeri tetap harus melapor dan menyerahkan fotokopi formulir kepada Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.


DOKUMEN YANG DIPERLUKAN
(dokumen yang tidak lengkap tidak akan kami terima)

  1. Formulir.
  2. Pasfoto (harus ditempel pada formulir).
  3. Ijasah dan transkrip nilai.
  4. Surat Keterangan dari tempat mengajar yang menjelaskan bahwa pelamar adalah staf pengajar yang masih aktif mengajar dan disetujui mengikuti program beasiswa ini, disertai dengan keterangan jumlah lama tahun mengajar.
  5. Surat Rekomendasi dari atasan mengenai pribadi pelamar.


     

    *
    Semua dokumen ditulis dalam bahasa Inggris atau Jepang.(Ukuran kertas A4)


TAHAP PENYELEKSIAN

  1. Ujian tertulis bahasa Inggris (khusus untuk guru bahasa Jepang: ujian bahasa Jepang) pada tanggal 13 Februari 2012.
  2. Bagi yang lulus ujian tertulis akan dipanggil untuk mengikuti wawancara di Jakarta.
  3. Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho.
  4. Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa.


 


 

CATATAN

  1. Formulir pendaftaran dapat diperoleh di :
    1. Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
      Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta 10350
      Tel. 021 - 3192 4308 ext. 175 atau 176
    2. Konsulat Jenderal Jepang Surabaya
      Jl. Sumatera No. 93, Surabaya
      Tel. 031 - 503 0008
    3. Konsulat Jenderal Jepang Medan
      Wisma BII Lt. 5, Jl. P. Diponegoro No. 18, Medan
      Tel. 061 - 457 5193
    4. Konsulat Jenderal Jepang Denpasar
      Jl. Raya Puputan 170 Renon
      Telp. 0361 - 227 628, 223 193
    5. Kantor Konsuler Jepang Makassar
      Jl. Jenderal Sudirman No. 31, Makassar
      Telp. 0411 - 871 030


     

  2. Formulir pendaftaran juga dapat diperoleh dengan melakukan download di sini .


     

  3. Formulir pendaftaran yang telah diisi beserta dokumen pelengkap dikembalikan selambat-lambatnya tanggal 27 Januari 2012 ke alamat:

    Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
    Jl. M. H. Thamrin 24
    Jakarta 10350

HOT NEWS UJIAN NASIONAL 2012

JADWAL UN 2012


 

SMA/MA, SMALB, SMK UTAMA 16 – 19 APRIL 2012

SMA/MA, SMALB, SMK SUSULAN 23 – 26 APRIL 2012

UJIKOM PALING LAMBAT AKHIR MARET 2012


 

SMP/MTs, SMLB UTAMA 23 – 26 APRIL 2012

SMP/MTs, SMLB SUSULAN 30 APRIL – 4 MEI 2012


 

SD/MI, SDLB UTAMA 7 – 9 MEI 2012

SD/MI, SDLB SUSULAN 14 – 16 MEI 2012


 

PENGUMUMAN HASIL UN

SMA/MA, SMK 24 MEI 2012

SMP/MTs, SMLB, SMALB 2 JUNI 2012

SD KEWENANGAN ADA DI DISDIK PROVINSI


 

PROPORSI MENGGUNAKAN 60 : 40


 

INFO: AAN SAPRANI BMPS KOTA CIMAHI

Karakter orang berdasarkan golongan darah


Golongan darah A

  1. Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya.
  2. Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala.
  3. Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu. Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten.
  4. Mereka berusaha membuat diri mereka se wajar dan ideal mungkin.
  5. Mereke bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang.
  6. mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya.
  7. Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber'temperamen' sama.

Golongan darah B

  1. Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya.
  2. Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan.
  3. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.
  4. Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan.
  5. Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka.
  6. Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.

Golongan darah O

  1. Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut.
  2. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang. Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).
  3. Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.
  4. Mereka biasanya di cintai oleh semua orang, "loved by all". Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal.
  5. Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru.
  6. Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.
  7. Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai.

Golongan darah AB

  1. Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut.
  2. Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian.
  3. Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya.
  4. Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.
  5. Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.
  6. Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.


 

Kebangkrutan Moral

 

Manusia sama saja dengan binatang
Selalu perlu makan
Namun caranya berbeda
Dalam memperoleh makanan

Binatang tak mempunyai akal dan pikiran
Segala cara halalkan demi perut kenyang
Binatang tak pernah tahu rasa belas kasihan
Padahal disekitarnya petani berjalan pincang

Namun kadang kala ada manusia
Seperti binatang ( kok bisa ? )
Bahkan lebih keji
Dari binatang macan...


Lirik lagu berjudul Opiniku yang dibawakan penyanyi Iwan Fals pada 1982 ini, menggambarkan tentang keserakahan manusia. Iwan lewat tembangnya ini mendiskripsikan manusia serakah itu tak beda dengan binatang, bahkan lebih buas dari hewan harimau sekalipun.

Keserakahan manusia, merupakan salah satu kebangkrutan moral yang sekarang banyak kita saksikan di negeri ini. Banyak di antara kita yang tidak lagi memedulikan aturan dan juga nilai. Sepanjang tujuannya bisa tercapai segala cara dianggap halal.

Tidak peduli juga bahwa tindakannya itu merugikan orang lain. Sepanjang bisa memberikan keuntungan bagi pribadinya, maka semuanya dianggap sah. Bahkan kalau pun salah, maka diupayakan untuk melakukan pembenaran atas tindakan yang dilakukan.

Itulah yang membuat praktik korupsi tetap marak di Tanah Ibu Pertiwi ini. Korupsi dilakukan banyak pejabat negara, baik di tingkat pusat maupun daerah. Mereka sudah berpola seperti hewan, tidak lagi berorientasi menjadikan jabatan sebagai pengabdian, tetapi jabatan dianggap sebagai hak istimewa, dianggap sebagai privilege.

Acapkali, korupsi ini juga dilakukan para pejabat kita secara berjamaah. Secara sistematis, mereka kompak mengeruk uang rakyat demi kekayaan pribadi, sekompak mereka berjanji menyebut nama Tuhan ketika kali pertama dilantik. Mereka seolah ingin menunjukkan keberanian sebagai manusia mengakui, berada di bawah Tuhan dan di dekat Setan.

Semoga momentum Kebangkitan Nasional yang beberapa hari lalu kita peringati, memberikan pencerahan bahwa yang kita butuhkan bukan cuma seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan intelektualnya saja, tapi juga matang emosional dan memiliki spiritual kuat sehingga seimbang dalam menjalankan kepemimpinannya.

Bangsa ini membutuhkan manajer andal, yang paham bagaimana menggerakkan kekuatan yang dimiliki negeri ini untuk mencapai kemakmuran. Kekayaan yang dimiliki negara ini akan jadi sia-sia, kalau banyak pejabat serakah berkuasa. 

PERBEDAAN BOS DAN PEMIMPIN

Terlalu sering melihat fenomena kekerasan fisik maupun batin oleh para Bos yang bukan pemimpin membuat miris hati. Sesungguhnya setiap dari manusia adalah diciptakan sebagai pemimpin. Seperti yang tertulis di dalam kitab suci kita : Setiap dari kamu adalah pemimpin. Dan (ingatlah Wahai Muhammad) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi ini". (2:30). Baca dan pelajarilah beberapa bait tulisan dibawah ini dan tunjukkan kepada Tuhan-mu bahwa kamu memang layak menjadi manusia di muka bumi ini.

BOS mengendalikan bawahannya; PEMIMPIN melatih mereka

BOS mengandalkan kekuasaan; PEMIMPIN mengandalkan niat baik

BOS menginspirasikan rasa takut; PEMIMPIN menginspirasikan semangat

BOS mengatakan " Saya "; PEMIMPIN mengatakan " Kita "

BOS berkata, "Anda harus datang ke sini tepat waktu"; PEMIMPIN datang lebih dulu dari batas waktu

BOS memberikan tuduhan ketika ada masalah; PEMIMPIN memberikan jawaban

BOS tahu bagaimana mengerjakan sesuatu; PEMIMPIN memberikan contoh

BOS berkata, "Pergi"; PEMIMPIN berkata, "Mari kita pergi"

BOS menggunakan bawahan; PEMIMPIN mengembangkan mereka

BOS melihat hari ini; PEMIMPIN juga memandang ke hari esok

BOS memerintah; PEMIMPIN meminta

BOS selalu sibuk; PEMIMPIN selalu punya waktu

BOS memikirkan benda – benda; PEMIMPIN memikirkan orang

BOS memberitahu bawahan posisi dirinya; PEMIMPIN memberitahu bawahan posisi mereka

BOS bekerja keras untuk menghasilkan sesuatu; PEMIMPIN bekerja keras agar bawahannya dapat menghasilkan sesuatu

BOS mencari pujian; PEMIMPIN menberikannya

HASIL AKREDITASI SMA TAMANSISWA RANCAEKEK

HASIL AKREDITASI
SMA TAMANSISWA RANCAEKEK

Halaman Depan » Provinsi » Jawa Barat » Akreditasi » SMA TAMANSISWA RANCAEKEK
  • Jl. Rancanilem Ters. Cempaka Raya Kab. Bandung
    Kabupaten Bandung
    Provinsi Jawa Barat
  • Tipe: Sekolah
  • Jenjang: SMA/MA
  • NSS: 3020208174
Komponen Akreditasi
Nilai Komponen
Standar Isi
98
Standar Proses
90
Standar Kompetensi Lulusan
88
Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan
80
Standar Sarana dan Prasarana
73
Standard Pengelolaan
93
Standar Pembiayaan
88
Standar Penilaian Pendidikan
99
  • Nilai Akreditasi: 88
  • Peringkat Akreditasi: A
  • Tanggal Penetapan: 28-Oct-2011

HASIL AKREDITASI SMK ITIKURIH HIBARNA CIPARAY

HASIL AKREDITASI
SMK ITIKURIH HIBARNA CIPARAY

Halaman Depan » Provinsi » Jawa Barat » Akreditasi » SMK ITIKURIH HIBARNA CIPARAY
  • Jl. Laswi No.782 Ciparay
    Kabupaten Bandung
    Provinsi Jawa Barat
  • Tipe: Sekolah
  • Jenjang: SMK/MAK
  • Kejuruan: Teknik Komputer Dan Jaringan
  • NSS: 322020813059
Komponen Akreditasi
Nilai Komponen
Standar Isi
93
Standar Proses
90
Standar Kompetensi Lulusan
79
Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan
80
Standar Sarana dan Prasarana
93
Standard Pengelolaan
89
Standar Pembiayaan
88
Standar Penilaian Pendidikan
83
  • Nilai Akreditasi: 87
  • Peringkat Akreditasi: A
  • Tanggal Penetapan: 28-Oct-2011

MODUL PEMBELAJARAN TIK, KKPI DAN PRODUKTIF TKJ

Puji dan syukur ku panjatkan kehadirat-Mu Ya Allah Yang Maha Segala-gala-Nya. Alhamdulillah Upload Materi pembelajaran untuk adik-adikku, anak-anak didikku serta rekan-rekan seperjuangan ini terselesaikan walaupun jauh dari kesempurnaan. Semoga Materi pembelajaran dapat bermanfaat. Silahkan adik-adikku, anak-anak didikku serta rekan-rekan seperjuangan download di herunirwantya.blogspot.com

BANK SOAL PLPG

BANK SOAL PLPG 2

Posted on 10 November 2011 by bamboszone

1. Bagaimana pandangan konstruktivisme tentang belajar dan apa implikasinya bagi pembelajaran di kelas ?

JAWAB  :

Pada teori ini hubungan timbal balik antara belajar sebagai proses pembentukan pengalaman secara empiric dan proses pembentukan konsep secara rasional dalam menghasilkan pemahaman menjadi prinsip dasar. Berangkat dari prinsip dasar demikian, diyakini bahwa pemahaman yang terdapat pada siswa menjadi dasar dalam memahami kenyataan dan pemecahan masalah baru yang menghasilkan pengetahuan baru dalam proses yang aktif dan dinamis. Siswa merekontruksi pengetahuannta oleh diri sendiri.

 
 

Implikasinya bagi pembelajaran di kelas menurut Mulyasa 2005:240 yaitu 1) siswa harus aktif dalam kegiatan belajar mengajar ; 2) proses aktif ini adalah proses membuat sesuatu masuk akal, pembelajaran tidak terjadi melalui transmisi tetapi melalui interprestasi ; 3) interprestasi selalu dipengaruhi oleh skemata ; 4) interprestasi juga dibantu oleh metode intruksi yang memungkinkan negosiasi pikiran melalui diskusi, tanya jawab, dll ; 5) tanya jawab didorong oleh kegiatan inkuiri para siswa. Jadi apabila siswa tidak aktif saat berdiskusi, berarti siswa tidak belajar secara optimal ; 6) proses KBM tidak sekedar pengalihan pengetahuan, tetapi jua pengalihan keterampilan dan pengetahuan.


 

2. Istilah strategi pembelajaran merupakan konsep yang multidimensi. Coba rumuskan pengertian strategi pembelajaran dengan kalimat anda sendiri !

JAWAB :

Pada dimensi perancangan, strategi pembelajaran adalah pemikiran dan pengupayaan secara stretegis dalam memilih, menyusun, memobilisasi, dan mensinergikana segala cara,s sarana / prasarana, dan sumber daya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan pada dimensi pelaksanaan, strategi pembelajaran diartikan sebagai berikut :

  1. Keputusan bertindak secara strategis dalam memodifikasi dan menyelaraskan komponen-komponen sistem intruksional (yang telah ditetapkan pada dimensi perencanaan) untuk mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran.
  2. Pola umum perbuatan guru murid dalam perwujudan KBM yang menunjuk pada karakteristik abstrak daripada rentetan perbuatan guru-murid dalam peristiwa KBM


     

3. Rumuskan lima istilah di bawah ini dengan kalimat anda sendiri :

  1. metode pembelajaran
  2. strategi pembelajaran
  3. model pembelajaran
  4. pendekatan pembelajaran
  5. teknik pembelajaran

JAWAB :

  1. metode pembelajaran yaitu cara yang digunakan oleh guru / siswa dalam mengolah informasi yang berupa fakta., data dan konsep pada proses pembelajaran yang mungkin terjadi dalam suatu strategi.
  2. Strategi pembelajaran adalah suatu prosedur yang digunakaan oleh guru dalam proses pembelajaran sebagai sarana untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
  3. Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan tertentu yang berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencakan dan melaksanakan aktifitas pembelajaran.
  4. Pendekatan pembelajarana adalah cara umum seorang guru untuk menyelesaikan suatu permasalahan di dalam suatu pembelajaran.
  5. Teknik pembelajaran adalah suatu ragam khas penerapan suatu metode ke dalam suatu pembelajaran, seperti kemampuan dan kebiasaan guru, ketersediaan peralatan, kesiapan siswa, dsb.


 

4. Jelaskan dan beri contoh perbedaan antara strategi ekspositori dan strategi discovery !

JAWAB :

Dalam strategi ekspositori, peran guru adalah menyusun RPP, pemberian informasi yang benar, penyedia fasilitas, pembimbing siswa dalaam memperoleh informasi / pesan, dan penilai pemerolehan informasi, sementara siswa lebih berperan sebagai pencari / penerima informasi / pesan belajar, pemakai sumber / media belajar, dan menyelesaikan tugas-tugas yang dihadapkan kepadanya. Sedangkan pada strategi heuristic peran guru adalah menciptakan suasana berpikir sehingga murid berani bereksplorasi dalam penemuan dan pemecahan masalah, sebagai fasilitator, sebagai rekan diskusi siswa, dan sebagai pendorong penelitian, sedangkan peran siswa adalah mengambil prakarsa dalam pencarian masalah dan pemecahan masalah, pelaku aktif dalam belajar melakukan penelitian, penjelajah tentang masalah dan metode pemecahan masalah sertaa penemu pemecahan masalah.


 

5. Merumuskan masalah merupakan langkah pelaksanaan pembelajaran pada Strategi Pembelajaran Inkuiri (SPI) dan strategi pembelajaran berbasis masalah (SPBM). Jelaskan hakikat masalah dalam SPI dan SPBM.

JAWAB :

Masalah dalam SPI adalah masalah yang bersifat tertutup, sedangkan masalah dalam SPBM lebih bersifat terbuka. Tertutup artinya jawaban dari masalah tersebut sudah pasti. Masalah dalam SPI adalah suatu persoalan yang mengandung teka teki. Dikatakan teka-teki dalam rumusan masalah yang ingin dikaji disebabkan masalah itu tentu ada jawabannya dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Sedangkan tertutup artinya jawaban dari masalah tersebut belum pasti, Setiap siswa bahkan guru dapat mengembangkan kemungkinan jawaban. Dengan demikian, SPBM memberikan kesempatan pada siswa untuk bereksplorasi mengumpulkan dan menganalisis data secara lengkap untuk memecahkan masalah yang dihadapi.


 

6. Jelaskan konsep dasar pembelajaran kooperatif !

JAWAB :

Pembelajaran kooperatif lebih menekankan pada proses kerja sama dalam kelompok. Tujuan yang ingin dicapai tidak hanya kemampuan akademik dalam pengertian penguasaan bahan pelajaran, tetapu juga adanya unsur kerja sama untuk penguasaan materi tersebut. Adanya kerja sama inilah yang menjadi ciri khas dari pembelajaram kooperatif.


 


 


 


 


 

7. Papa prinsipnya pembelajaran kooperatif terdiri dari 4 tahap. Jelaskan dan berikan contoh !

JAWAB :

  1. Penjelasan materi yaitu penyampaian pokok-pokok materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. Tujuannya adalah pemahaman siswa terhadap pokok materi pelajaran. Ex. Guru memberikan murid map dan menjelaskan secara umum tentang mind map tersebut kemudian melakukan kegiatan curah pendapat dengan siswa.
  2. Belajar dalam kelompok setelah memberikan gambaran umum tentang materi, siswa diminta belajar pada kelompoknya masing-masing yang telah dibentuk sebelumnya. Pengelompokannya bersifat heterogen.
  3. Penilaian bisa dilakukan dengan tes atau kuis yang dapat dilakukan seacar individual atau kelompok.
  4. Pengakuan tim adalah penerapan tim yang dianggap paling menonjol kemudian diberikan penghargaan yang diharapkan dapat memotivasi tim itu sendiri dan tim yang lain.


     

8. Terdapat lima karakteristik penting dalam pembelajaran CTL ; activating knowledge, acquiring knowledge, understandin, knowledge, applying knowledge, dan reflecting knowledge. Jelaskan dan berikaan contoh apa yang dimaksud dengan activating knowledge !

JAWAB :

Activating knowledge artinya apa yang akan dipelajari tidak terlepas dari pengetahuan yang sudah dipelajari, dengan demikian pengetahuan yang akan diperoleh siswa adalah pengetahuan yang utuh yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Ex. Sebelum memberikan materi perkalian, guru memberikan materi tentang penjumlahan terlebih dahulu karena penjumlahan terkait dengan perkalian.


 

9. Berikan argumentasi anda mengapa pembelajaran tematik cocok diterapkan untuk siswa sekolah dasar kelas rendah !

JAWAB :

Pembelajaran tematik cocok dengan siswa kelas rendah keterkaitan konsep antar mata pelajaran yang dipelajari dana dibentuk skema akan membantu siswa memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan karena siswa kelas rendah masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan. Selain itu guru mengambil dari permasalahan yang sering ditemui dalam lingkungannnya sehingga kegiatan belajar lebih bermakna karena guru menyajikan konsep yang konkrit di mana siswa kelas rendah masih belum bisa berpikir secara abstrak.


 


 


 


 


 


 


 

BANK SOAL PLPG 1

Posted on 10 November 2011 by bamboszone

1. Apakah PTK ?

JAWAB :

Suatu penyelidikan atau kajian secara sistematis dan terencana yang dilakukan oleh peneliti atau praktisi (guru) untuk memperbaiki pembelajaran di kelasnya dengan jalan mengadakan perbaikan atau perubahan dan mempelajari akibat yang ditimbulkannya.


 

2. Bagaimana kedudukan PTK dan KTSP ?

JAWAB :

Sangat diperlukan, karena sitem Pembelajaraan KTSP ada Perencanaan, pelaksanaan, pengembangan. Kurikulum adalah panduan untuk rencana pembelajaran yang melibatkan guru, siswa dan sumber belajar serta proses dan hasil belajar untuk mencapai pengembangan belajar.


 

3. Apa beda PTK dengan Penelitian biasa ?

JAWAB :

-      PTK mempunyai karakteristik lebih khusus

-      Penelitian biasa


 

4. Mengapa harus PTK ?

JAWAB :


 

5. Bagaimana karakteristik PTK ?

JAWAB :

Menurut Oja dan Samuljan (dalam Rofi'udin 1994:8) mengatakan karakteristik pokok penelitian tindakan yaitu bersifat kolaboratif, terfokus pada problem praktis, penekanan pada pengembangan professional dan memerlukan adanya truktur proyek.


 

6. Apakah siklus dalam PTK )

JAWAB :

Siklus PTK adalah Perencanaan tindakan, observasi dan refleksi rencana untuk mengadakan tindakan observasi untuk merefleksi dan mengadakan perencanaan ulang.


 

7. Kapan peneliti akan pindah dari satu siklus ke siklus yang lain ?

JAWAB :

Jika hasil analisis belum memuaskan atau masalahnya belum terselesaikan maka dilakukan tindakan perbaikan lanjutan dengan memperbaiki tindakan perbaikan sebelumnya atau menyusun tindakan baru untuk mengatasi masalah yang ada. Dengan demikian muncullah siklus kedua pada PTK yang dilasanakan pada siklus kedua, akan mengikuti langkah-langkah seperti pada siklus pertama, hanya mungkin tindakan berbeda.